Ketua DPRD Beltim Dorong Pemda Segera Eksekusi Anggaran Covid-19

by -
Ketua DPRD Beltim Dorong Pemda Segera Eksekusi Anggaran Covid-19
DPRD Beltim Fezzi Uktolseja.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mendorong Pemerintah daerah segera mengeksekusi anggaran penanganan Covid-19 sebagaimana telah dilakukan refocusing beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan mengingat Pemerintah Daerah belum mempergunakan anggaran tersebut.

“Jadi hasil refocusing anggaran totalnya mencapai Rp101 miliar sebenarnya bukan Rp 90 milyar karena ada Rp11,6 miliar yang memang sudah masuk ke OPD. Nah yang Rp90 miliar adalah biaya tidak terduga, dipakai jika dalam penanganan Covid ada yag dirasa perlu,” ungkap Fezzi saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (19/5) kemarin.

Menurutnya, Pemerintah Daerah sebaiknya tidak lamban dalam membuat program atau kegiatan penanganan Covid-19 karena anggaran sudah tersedia. Karenanya, ia menyayangkan atas lambatnya penggunaan anggaran apalagi terkesan menunda-nunda.

“Kita ada biaya tak terduga (hasil refocusing) dan sampai sekarang tidak terpakai. Artinya kemampuan keuangan kita cukup besar dan kita bisa secepatnya action untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Tak perlu menunggu,” katanya.

Fezzi beralasan, pendataan masyarakat terdampak wabah Covid-19 di Kabupaten Beltim sangat mudah karena jumlah penduduk yang relatif sedikit.

“(Kabupaten) Beltim Alhamdulillah penduduknya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan daerah lain. Dan spare anggaran juga cukup sehingga bisa digunakan sebaik-baiknya,” sebut Fezzi.

Dia juga menyampaikan ketersediaan APD di Rumah Sakit mengalami penambahan meski anggaran penanganan Covid-19 belum dieksekusi. Hal ini jauh lebih baik bila dibandingkan ketersediaan APD beberapa bulan lalu. Sebagian besar merupakan sumbangan dari berbagai pihak yang peduli penanganan Covid-19.

“Untuk penanganan kesehatan, kami sudah melakukan pengecekan ke rumah sakit dan Alhamdulillah berdasarkan keterangan Ketua Satgas Covid RSUD dr Hotma, APD ada peningkatan. Cukup untuk 2 bulan kalau ada pasien. Kalau kemaren kita hanya sampai 2 minggu, itu kan bahaya. Alhamdulillah sekarang bisa 2 bulan kalau ada pasien,” terangnya.

Menurut Fezzi, hal yang paling penting saat ini adalah bantuan stimulus bagi pelaku usaha. Dengan jumlah lebih dari dua ribu UMKM yang terdata, pelakunya sangat rentan kehilangan penghasilan.

“Kami harapkan agar Pemda secepatnya memberikan stimulus ekonomi untuk pelaku usaha UKM dan IKM. Pelaku UKM dan IKM sebenarnya bukan orang miskin atau tidak mampu, tetapi dengan terdampaknya covid, mereka menjadi tidak punya penghasilan. Dan berapa bulan mereka mampu bertahan tidak punya penghasilan? Kalau memang tidak ada stimukus pemerintah,” jelas Fezzi.

Fezzi menyebut beberapa contoh pelaku UKM yang terdampak diantaranya penjual kue di sekolah-sekolah, pengrajin souvenir, pembuat oleh-oleh kemasan hingga sopir angkutan sekolah dan wisata.

“Ini harus secepatnya, kita punya dana besar dan stimulus seperti apa yang bisa diberikan Pemda kepada mereka karena sudah ditunggu. Alangkah lebih baik memberi kailnya dan bukan ikannya. Sembako sudah banyak yang memberikan tetapi yang terdampak ekonomi harus diperhatikan Pemda,” ulasnya. (msi)

Editor: Yudiansyah