Ketua DPRD Beltim Surati Gubernur Soal Penambahan Kuota Haji Beltim

by -
Ketua DPRD Beltim Surati Gubernur Soal Penambahan Kuota Haji Beltim
Ketua DPRD Beltim Surati Gubernur Soal Penambahan Kuota Haji Beltim
Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja

Fezzi: Gubernur Dapat Jatah 1061, Sampai ke Beltim cuman 15, Ini Tak Adil

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja berjanji segera berkirim surat kepada Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait penambahan jatah kuota jamaah haji Kabupaten Beltim. Saat ini, kuota jamaah haji Kabupaten Beltim sangat jauh dari kondisi ideal, kendati kuota Provinsi yang diberikan Kementerian Agama RI relatif besar.

“Sebenarnya konferensi OKI di Arab Saudi membagi satu permil dari penduduk muslim maka Indonesia dapat sekitar 220 ribu. Kok Beltim hanya 13 orang. Jadi kami berinisiatif bersama pak Masdar (Kakan Kemenag Beltim) pergi ke Kementerian Agama,” ujar Fezzi saat dimintai keterangan oleh awak pers, Senin (25/11) kemarin.

Menurut Fezzi, kunjungan mereka ke Kementerian Agama RI merupakan inisiatif yang didasarkan pada keluhan dan evaluasi pembagian kuota haji setiap tahun yang diterima Kabupaten Beltim. Walau kuota yang dibagikan adalah kuota Provinsi, namun seharusnya Kabupaten tidak boleh hanya pasif dalam memperjuangkan pembagian kuota yang lebih adil.

“Memang jatah itu provinsi, tapi kami menyampaikan kondisi di Beltim. Diketahui bahwa kuota kita pakai kuota Provinsi dan kewenangan Gubernur yang membagi. Gubernur Babel mendapat jatah 1061 jamaah haji tahun 2020. Sampai ke Beltim cuman 15. Menurut saya, ini tidak adil,” cetus Fezzi.

Lantas, ia mempertanyakan dasar pembagian kuota jamaah haji yang dilakukan Provinsi sehingga hanya memberikan persentase kuota paling sedikit untuk Kabupaten Beltim.

“Kalau dasarnya berdasarkan yang duluan mendaftar sementara menurut keterangan Kemenag Beltim sudah ada 700 lebih daftar tunggu yang mendaftar haji. Kalau hanya 13 atau 15, artinya kita perlu 50 tahun baru bisa naik haji, kan tidak masuk akal,” timpalnya.

Fezzi kemudian membandingkan kuota Kabupaten Beltim dengan kuota haji yang didapat biro perjalanan haji.

“Masa’ Kabupaten kalah dengan biro travel haji plus,” sebut Fezzi.

Masih menurut Fezzi, informasi yang mereka dapat dari Kementerian Agama menyebutkan bahwa, kuota haji di beberapa Provinsi telah diturunkan menjadi kuota Kabupaten. Sehingga jumlah jamaah haji yang bisa berangkat jauh lebih banyak.

“Kalau menggunakan kuota 1 permil umat muslim di Beltim, kita kurang lebih dapat 100, kok hanya 1,5 persen.
Dulu saja, kita hanya dapat 30 sebenarnya tidak ideal tapi kok tidak ada yang bicara. Makanya kami sekarang mencoba dengan berkirim surat,” kata Fezzi.

“Kami minta ada kebijakan Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Babel, tolonglah ada penambahan. Kami juga sebenarnya mendorong penerapan kuota Kabupaten. Kalau ini diterapkan, itu bisa 100 orang, dan hal itu sudah diterapkan di beberapa Provinsi lain,” tutup Fezzi.

Editor: Subrata
Reporter: Muchlis Ilham