Khusus Parkir Ditargetkan 1 Miliar

by -

PANGKALPINANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pangkalpinang menegaskan jika target pendapatan dari retribusi parkir di Pangkalpinang tahun ini mencapai Rp 1 Miliar. Untuk itu Dishub akan mengambil tindakan teghas terhadap para juru parkir liar yang tidak mendaftarkan diri kepada mereka secara legal.
Sejak beberapa waktu lalu, dikatakan Kepala Dishub Pangkalpinang, Anggo Rudi pihaknya rutin melakukan razia. “Kita sudah mendapatkan juru parkir yang ada di depan Masjid Jamik dan Apotik Media yang tidak memiliki kartu identitas (ID Card) dan karcis. Kami minta mereka segera mendaftar ke kita dan membayar retribusi. Kalau tidak kami akan tindak tegas,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/3).
Tidak hanya itu, juru parkir yang ada di tepi jalanan umum tepat di depan BTC, diungkapkannya terdapat satu orang yang ID card-nya sudah tak berlaku lagi dan harus segera diperbarui dan mereka harus mengeluarkan surat permohonan kepada UPT parkir.
“Dalam satu minggu kita lihat, jika tetap tidak melakukan pendaftran kami akan tarik mereka. Kalau mereka tidak punya ID card dan tidak punya karcis, bagi masyarakat yang tahu jangan dibayar parkirnya. Kita juga tegaskan kepada juru parkir harus bayar retribusi, kalau memang harus menyetor per hari itu berapa, per minggu atau pun per bulan, silahkan datang ke bendahara kita,” imbuhnya.
Anggo kembali menegaskan, agar juru parkir patuh terhadap aturan yang ada. “Juru parkir jangan macam-macam, mereka dapat izin dari Dishub, kewajiban mereka menyetor ke Dishub bukan ke preman,” tegasnya.
Anggo pun mengakui sempat menemukan juru parkir yang membandel saat turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi rill dilapangan. “Ada yang kalau sudah malam mereka pungut parkir sampai Rp 10 ribu untuk mobil dan Rp 5 ribu untuk motor. Nanti saya akan intai itu, saya akan bawa aparat untuk tangkap mereka,” bebernya.
Namun ia mengatakan, lahan parkir di kota Pangkalpinang sangat kurang. Namun pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak terkait lahan parkir tersebut, lantaran pembebasan lahan membutuhkan dana cukup besar. “Kalau ada pun penyediaan lahan parkir hanya di Alun-laun Taman Merdeka (ATM) saja, kalau ditempat lain untuk disedikan lahan pakrir saya rasa cukup berat. Kita hanya memanfaatkan parkir tepi jalan umum yang kita ambil retribusinya,” imbuhnya. (cr61)