KI Makasar Kembali Beroperasi

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Nelayan Berharap Pengerukan Secepatnya Terselesaikan

DSC_3501

KI Makasar sedang beroperasi melanjutkan dan melakukan pengerukan di alur muara Sungai Manggar. Foto diambil Rabu (25/3) siang kemarin

MANGGAR – Kapal Isap (KI) Makasar milik PT Timah Tbk kembali melakukan pengerukan alur muara Sungai Manggar setelah beberapa waktu lalu sempat terhenti. Pantuan harian ini Rabu (25/3) kemarin, KI Makasar  tahun 1927 ini kembali beroperasi untuk melakukan pendalaman alur sungai tersebut. Pendalaman alur ini demi kepentingan kelancaran dan keselamatan pelayaran kapal dan perahu nelayan yang keluar masuk muara.

Kepala unit kerja KI Makasar, Okta mengatakan bahwa KI Makasar sudah beroperasi kembali sejak Kamis (19/3) lalu. Sebelumnya KI Makasar ini kata dia, sempat mengalami kerusakan akibat cuaca buruk di luar muara.

Baca Juga:  Bocah SD Ngamuk Bawa Parang ke Ruangan Kelas

“Beberapa waktu lalu KI Makasar sempat mengalami kerusakan. Tapi semua sudah kembali normal dan beroperasi dengan lancar,” terang Okta kepada harian ini Rabu (25/3) kemarin.

Ia menjelaskan alur Sungai Manggar akan dikeruk sedalam 3,5 hingga 4 meter (di bawah TLR), dengan rencana pendalaman selebar puluhan meter serta panjang 900 meter hingga 1.000 meter. Sedangkan pasir galian akan dibuang ke dumping area sesuai kesepakatan bersama dengan tim normalisasi muara sungai Manggar yakni Pemda Beltim.

Baca Juga:  Dishub Beltim Sebut Arus Mobilisasi Lebaran Lancar

“Jika memang tidak ada kendala dan halangan pengerukan/pendalaman alur muara Sungai Manggar paling lama diselesaikan pada akhir bulan April mendatang. Itu kalau didukung kondisi cuaca yang baik pula,” tandasnya.
Sementara itu, warga Desa Baru Manggar Serapi (27) sangat mendukung adanya pengerukan alur muara Sungai Manggar tesebut dan berharap pengerukan secepatnya terselesaikan.
“Pendalaman alur Sungai Manggar ini merupakan permintaan nelayan. Kami berharap proses pendalaman ini bisa dilakukan secepatnya mengingat sudah banyak kapal nelayan yang menjadi korban akibat dangkalnya alur sungai,” harap pria yang berprofesi nelayan itu. (feb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: