KIP 5 Terbakar

by -

*Kebakaran Belum diketahui Apa Penyebabnya.

foto B
KUNDUR – Kapal Isap Produksi (KIP) 5 milik PT Timah terbakar, Minggu (15/3) sekitar pukul 16.00 wib. KIP ini sedang melakukan eksploitasi pasir timah di perairan laut Kundur, Kepulauan Riau. Hanya saja, kebakaran tersebut belum diketahui apa penyebabnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sekretaris Utama PT Timah, Agung Nugroho saat di konfirmasi tadi malam membenarkan terbakarnya KIP 5 milik PT Timah tersebut. Menurutnya saat ini tim sudah diterjunkan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di perairan Kundur. “Betul ada KIP 5 yang terbakar tepatnya di Pulau Paya Kundur sekitar pukul 16.00 WIB. Kita sudah menerjunkan tim untuk turun ke sana. Hanya saja untuk penyebabnya belum diketahui. Nanti saya akan kabari lagi bila sudah dapat info detailnya,”ujar Agung tadi malam menjawab konfirmasi RB.
Agung menegaskan, hingga tadi malam tidak ada korban jiwa. Namun dirinya belum dapat menjelaskan detail penyebab dan kronologis kebarakan tersebut.”Sementara ini belum ada korban jiwa, penyebabnya dan lain lain masih diselidiki,”tandasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sabtu (14/3) sore merilis hasil pantauan satelit Terra dan Aqua. Dari hasil tersebut sebanyak 50 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera, 46 di antaranya berada di Riau. “Pagi tadi hanya 5 hotspot yang terdeteksi, namun pada sore ini terjadi peningkatan hotspot yang sebagian besar berada diwilayah Bengkalis,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin dilansir Riau Pos (Grup JPNN.com), Minggu (15/3).
Dirincikannya, dari 46 hospot tersebut sebanyak 33 hotspot terdeteksi di kabupaten Bengkalis, Siak 3 hotspot, serta Meranti, Dumai dan Rohil masing-masing 2 hotspot. “Dari data tersebut terdeteksi sebanyak 30 di antaranya merupakan titik Api (firespot) dengan rata-rata tingkat kepercayaan sekitar 70 persen,” terang Sugarin.
Sementara untuk jarak pandang atau visibility di beberapa wilayah di Riau yang diupdate pada 16.00 WIB tadi, yakni Pekanbaru 10 kilometer, Dumai 9 kilometer, Pelalawan 7 Kilometer dan Rengat 7 kilometer.”Alat pemantau indeks standar pencemaran udara (ISPU) menunjukkan angka 35 Psi (polutan standar indeks) masuk dalam kategori baik,” tandas Sugarin.(rif/zul/fit/jpnn)