Kisah Keluarga Verrys “Mahar” Laskar Pelangi di Gantung

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Hidup Sederhana, Perhatian Pemerintah Dinilai Masih Kurang

Verrys Yamarno alias Mahar Laskar Pelangi yang sudah berpulang menghadap Sang Khalik. Pahlawan Laskar Pelangi yang sudah mengharumkan Pulau Belitung itu, ternyata keluarganya hidup penuh kesahajaan dan kesederahaan. Berikut laporan wartawan Belitong Ekspres, Febrianta dari Belitung Timur.

Febrianta, Belitong Ekspres

Meski film yang dibintangi para pemeran Laskar Pelangi ini sukses besar, kehidupan mereka belum tentu seperti laiknya artis-artis top. Kehidupan keluarga “Maha”  terbilang masih sederhana.
Peran Mahar yang dimainkan Verrys difilm “box office” Indonesia tersebut ternyata tak beda jauh dengan keseharian kehidupan nyatanya. Sehari pemakaman Verrys, Kepada Belitong Ekspres, Ketua RT 04 Dusun Rasau Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Effendi menceritakan sedikit tentang keluarga Mahar. Pak RT di mana keluarga Mahar tinggal itu menuturkan, kehidupan keluarga Verrys tak jauh beda dengan apa yang diperankannya di film Laskar Pelangi.
Effendi mengatakan, selama ini memang kehidupan keluarga Verrys cukup sederhana. Ibunda dan saudara-saudara Verrys tetap saja bersahaja. Pasca meledaknya film yang mendunia tersebut, mereka menjalani kehidupan seperti biasa, meski harapan pasti ada agar kesuksesan akan bisa diraih di masa mendatang.
Saat proses pemakaman pun, Selasa kemarin, nampak betapa keluarga “Mahar” hidup mengalir bersama tetangga kanan kiri. Sementara Mahar yang menuntut ilmu di Jakarta, tetap saja konsentrasi untuk menggapai mimpi suskes di masa depan. Namun, karena sakit, “Mahar” telah dipanggil Tuhan.
Dengan  kondisi keluarga yang terbilang sederhana, namun keluarga baik Ibunda dan Ayahanda serta keluarga lainnya menjalani dengan penuh ikhlas. Cita-cita sebagai ustadz seperti pengakuan sejumlah temannya, membuat Mahar selalu menjadi “bunga” yang bisa membangun keceriaan di kalangan teman-temannya.
Dengan kondisi seperti ini, Pak RT juga berharap ada kepedulian dan perhatian dari pemerintah setempat. “Mahar termasuk anak yang baik, dan selama kuliah kadang pulang Kampong juga menunjukkan sikap bersahaja dan patuh pada orang tua,’’ paparnya.
Ibunda Almarhum Verrys, Normala yang hidup dengan anak tertuanya Yorry Septian (26) di atas rumah papan yang berukuran 4 x 5 meter, akan selalu mendoakan agar Verrys bisa tenang di alam akherat. Kerja sebagai buruh harian lepas, Ibunda tetap tegar menjalani hidup demi kesuksesan sang anak-anak tercinta. Kadang kala pun, Normala memancing dan  nyari Timong (Kerang, red).
Syukurlah Verrys dan anak anak Laskar Pelangi lainnya, selama ini kuliah dapat biaya beasiswa dari Pertamina, hingga menuntaskan kuliah di jenjang S1. Dan juga sebelumnya mendapat hadiah berupa komputer dari Presiden SBY dan juga PT.Pelindo setelah booming film Laskar Pelangi. Kondisi ini memberikan semangat tersendiri untuk terus mengejar mimpi.
Hal ini juga dibenarkan oleh Ferdian (18) alias Lintang Laskar Pelangi. Ferdian yang dihubungi Belitong Ekspres kemarin Rabu (14/1) malam, mengaku memang kuliahnya di biaya dari beasiswa PT Pertamina. “Memang selama ini kami dibiaya kuliah oleh Pertamina, dan waktu dulu juga dikasih hadiah oleh Pak SBY berupa Komputer,” ujarnya.
Saat ditanya berapa didapat honor setelah usia main film tersebut, Lintang mengatakan dapat sekitar puluhan juta. Dan itu pun hanya dipakai untuk keperluan keluarganya.
Lintang yang kini kuliah di Universitas Pasundan (Unpas) Bandung dan mengambil jurusan Hubungan Internasional, mengaku tak bisa pulang saat pemakaman Verrys karena masih menyelesaikan ujian di kampusnya. Namun, ia berjanji Minggu (18/1) yang akan datang dirinya akan pulang ke Belitong usai ujiannya selesai.
Nilai honor yang ia terima diakuinya termasuk besar dibanding anak pemeran Laskar Pelangi lainnya. Dari 12 anak Belitung yang memerankan Laskar Pelangi, hanya 6 anak yang mendapatkan royalti, sisanya hanya uang kontrak.
Lintang mengaku, pasca selesainya kontrak di Laskar Pelangi, tidak ada pendapatan yang mereka terima dari film itu. Gaung besar fenomena Laskar Pelangi tidak begitu mereka rasakan nikmatnya. Kalaupun ada yang tersisa, mereka masih menikmati beasiswa hingga S1 dari PT Pertamina dan komputer pemberian mantan Presiden SBY dan PT Pelindo, imbuhnya.
Ferdian “Lintang” Laskar Pelangi juga sangat merasa kehilangan sahabat karibnya tersebut. Ferdian mengaku berteman dengan Verrys sudah sejak SD karena sejak SD mereka sudah bersama, menjelang SMP memang pisah sekolahnya. “SMPnya kami tidak sama, Verrys di SMP Nasional Gantung dan saya di SMPN 1 Gantung. Tapi keseharian kami selalu bersama, hingga kami main film dan dilanjutkan waktu kami di SMA, karena sama-sama di SMAN 1 Gantung, itupun kami hanya dipisahkan jurusan, Saya di IPA dan Verrys di IPS,” terang Lintang.
Setelah mendengar meninggalnya Verrys,  Lintang sempat tak percaya.  Pertama dikabarkan oleh Mantan kepala sekolahnya waktu di SMAN1 Gantung, Sabarudin. Dia awalnya tak percaya kabar dari Sabarudin bahwa Verrys sudah tiada.
“Saya pun gak percaya, namun saya telepon sahabat kami yang di Jakarta ternyata benar, sungguh terasa dan masih juga tak percaya. Sedih Bang, sedihnya keseharian Verrys selalu ceria dan selalu tertawa dia,’’ tuturnya.
Untuk itu dirinya dan juga Ketua RT, Effendi berharap Pemda di Babel memberikan perhatian kepala anak-anak Laskar Pelangi. Mengingat peran mereka telah mempromosi Babel khususnya pulau Belitung jadi terkenal.
Dia merasa apa yang dilakukan bersama anak-anak Laskar Pelangi kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal, dengan peran mereka di film fenomenal tersebut, nama daerah telah terkenal di Indonesia. Apalagi, sekarang geliat pariwisata dengan industrinya berkembang dengan pesat. Dan banyak pihak sudah menikmati madu manis dari industri pariwisata berkat boomingnya Laskar Pelangi.
Selamat Jalan Verrys Yamarno semoga amal ibadahmu di terima disisi-Nya.(feb)

Baca Juga:  Tim Asesor UGGp Puji Pulau Belitong

Tags:
author

Author: