Kisah Komunitas Queen Family Belitung yang Eksis Bantu Masyarakat

by -
Kisah Komunitas Queen Family Belitung yang Eksis Bantu Masyarakat
Pembina Komunitas Queen Family Belitung Isnawati saat mengunjungi salah warga menderita sakit yang mereka bantu. Foto ist

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Bergerak membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan sudah menjadi komitmen Komunitas Queen Family Belitung. Komunitas yang terbentuk sejak setahun yang lalu ini, tetap konsisten membantu masyarakat di bidang sosial dan kesehatan.

Pembina Komunitas Queen Family Belitung berbagi Isnawati menceritakan awal mula mereka membentuk komunitas tersebut. Yaitu, bermula ketika keluarga Isnawati dirawat dan bersebelahan dengan orang daerah Bantan, yang mengalami sakit kena saraf kejepit.

Melihat kondisi tersebut ia turut prihatin dan tergugah untuk membantu sesama orang mengidap sakit yang membutuhkan bantuan. “Rasa iba dan ingin bantu, tapi terlambat sudah kelamaan sakit dan akhirnya lumpuh total,” kata Isnawati kepada Belitong Ekspres, Kamis (03/12) kemarin.

Berawal dari hal itu, dirinya ikut peduli bahwa banyak orang yang sakit harus dirujuk ke Jakarta, tetapi tidak mengerti dan takut soal biaya. Mereka takut tidak mampu membiayai hidup selama bertahan di Jakarta.

“Akan tetapi, atas bantuan pak Wabup Belitung (Isyak Meirobie) kita bisa terus dapat kepercayaan dari masyarakat. Dan hingga saat ini, hampir tiap hari kita ada kegiatan kunjungan ke rumah pasien yang ingin kita bantu,” ungkapnya.

Menurut Isnawati, komunitas tersebut mulai bergerak sekitar satu tahun dan sampai sekarang sudah ada 32 orang relawan yang bergabung. Mereka memiliki kantor yang beralamat di jalan Air Kelubi RT 40, RW 06, tepat di belakang Kantor Dinas Perhubungan Belitung.

“Kerja kita dibantu oleh pak Wabup, Dinsos, Baznas , Lazismu, Capil. Ada juga dari anggota dewan yang dukung dan bantu kegiatan dan aktivitas kita,” sebut perempuan yang berhijab tersebut.

Selama ini kata dia, mereka biasa membantu membuatkan dokumen bagi yang belum mempunyai identitas sama BPJS, termasuk membantu pasien yang dirujuk ke Jakarta. Sebab, masih ada yang tidak mengerti tentang prosedurnya dan lain-lainya, sehingga mereka bantu sampai ke Jakarta melalui program Sehati Pemkab Belitung.

Kemudian lanjut Isnawati, ada juga pasien atau keluarga pasien yang bingung karena biaya hidup di Jakarta sangat tinggi dan tidak ada biaya. Maka dari itu Komunitas Queen Family Belitung, membantu dengan cara menggalang dana.

“Kita bantu dengan galang dana di jalanan atau lampu merah selama 4 hari. Hasil penggalangan dana diserahkan menjadi 3 tahap, dan kalau pasien tidak punya uang sama sekali, dibantu pinjamkan dulu pakai uang pasien lain. Nanti selesai galang dana diganti,” jelasnya.

Kata Isnawati, hingga saat ini sudah ada sekitar 30 pasien mereka bantu. Selain itu, ada 30 orang juga yang dibuatkan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan BPJS. “Kita juga ngembaliin atau mulangkan warga sakit ke kota asal mereka sebanyak 3 orang, dan bagi-bagi sembako 50 paket ke warga kurang mampu, yang membutuhkan,” paparnya.

Selama komunitas ini bergerak kata dia, tentu banyak suka dan duka yang tercipta. Karena hal itu pasti ada setiap mereka membantu masyarakat ataupun pasien. “Gak bisa diungkap karena kita kerja dibikin hapy (senang) jadi semua berkesan. Sukanya kita mampu bantu pasien sampai tuntas dan dukanya yang kita bantu meninggal,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan, Komunitas Queen Family adalah kumpulan orang-orang terpanggil hatinya. Mereka terpanggil melakukan gerakan sosial untuk membantu masyarakat, tanpa batas suku, agama, ras serta status sosial.

“Mereka kumpulan orang yang masih muda. Mereka mau menghabiskan waktu utama dengan membantu orang lain, yang saat ini tidak tercover program kesehatan pemerintah, belum ada uang saku “katakanlah” bukan KTP Belitung atau BPJS yang non PBI, tapi membutuhkan pendampingan dari sisi biaya,” kata Isyak.

Oleh karena itu, dirinya mendukung penuh apa yang dilakukan komunitas Queen Family, sebagai bagian untuk menolong sesama. Dan, dirinya pun berharap masyarakat Belitung bisa memberikan dukungan kepada komunitas tersebut.

“Secara akuntabilitas, mereka juga bagus. Bisa mengelola keuangan yang disumbangkan masyarakat secara transparan, dan menyampaikan ke penerima dengan baik, ada tanda terima, laporan kinerja, jadi ini patut ditiru,” tandas Wabup. (dod)