Klaim Tangani 25 Kasus

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG – Komisi Informasi Daerah (KID) Bangka Belitung yang baru berdiri tahun 2014 lalu mengklaim jika menangani 25 kasus yang masuk dari laporan masyarakat. Hal ini diakui Komisioner KID Babel, koordinator bidang sosialisasi, advokasi dan edukasi, Riki Permana, Senin (27/4) kemarin.
Riki menjelaskan, kasus yang masuk dan ditangani KID ini hasil laporan masyarakat yang tak lain adalah mahasiswa, LSM, wartawan media lokal dan masyarakat juga bisa melaporkan kasus yang terjadi dilingkungannya. “Dari 25 kasus yang masuk, kita selesaikan dengan mediasi, masih lima kasus yang belum ada titik temu, dan harus melalui sidang perkara,” ungkapnya.
Lima kasus yang belum bisa diselesaikan oleh KID Babel ini, menurut Riki ada di PU terkait kelebihan bayar jembatan baturusa 2, di biro pemerintahan yang minta data pembebasan lahan jalan lingkar timur tetapi tak diijinkan, dan di Dinkes ada kelebihan bayar gedung bank darah.
“Kasus yang belum selesai ini harus melalui sidang perkara. Sedangkan kita belum memiliki petugas yang statusnya PNS. Semua masih honor, jadi belum bisa kita mengundang pihak tergugat karena status pegawai kita yang belum PNS, kekuatan hukumnya tidak ada,” terang Riki.
Jika kelima kasus ini diselesaikan dengan sidang perkara hingga tuntas, menurut Riki, pejabat wajib memberikan apa yang diinginkan pelapor. Jika tidak dipenuhi, kita bisa eksekusi dan pidanakan kurungan atau denda. “Kalau sudah tiga kali tergugat dan pelapor tak hadir, maka kasus dianggap gugur,” ujarnya. Diera keterbukaan publik ini, menurut Riki,
semua masyarakat bisa melaporkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, karena pejabat publik dan instansi juga harus memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Walaupun keberadaan KID sendiri belum banyak diketahui oleh masyarakat Babel, mereka bisa melaporkan kejadian-kejadian yang tak diinginkan ke KID. Kita pasti merespon dengan cepat. Seperti di kota besar lainnya dalam satu tahun, KID bisa menerima delapan ratusan kasus yang masuk,” ujarnya.
Riki menambahkan, karena hadirnya KID Babel belum genap satu tahun, sementara ini KID Babel hanya akan memperkuat kelembagaan terlebih dulu dengan menyiapkan Pejabat Pemberi Informasi (PPID) di setiap SKPD yang ada di lingkungan Pemprov Babel. “PPID inilah nanti yang akan memenuhi kebutuhan informasi dari masyarakat, karena itu penguatan kita di kelembagaan dulu, mengingat dana kita belum cukup untuk menggelar sosialisasi,” tandasnya. (eza)

Baca Juga:  Literasi Harus Mampu Menjawab Tantangan Reformasi Industri 4.0

Rate this article!
Klaim Tangani 25 Kasus,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: