Klaster Sawit Kian Mengkhawatirkan, Beltim Bertambah 35 Pasien Positif

by -
Klaster Sawit Kian Mengkhawatirkan, Beltim Bertambah 35 Pasien Positif
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kasus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) makin mengkhawatirkan. Sejak 2 hari terakhir terhitung dari Rabu (27/1) dan Kamis (28/1) bertambah sebanyak 35 kasus positif Covid-19. Dari 35 pasien tersebut, sebagian besar merupakan klaster Perusahaan Perkebunan Sawit Kelapa Kampit.

Pada Rabu (27/1) jumlah warga Beltim terpapar sebanyak 14 orang, sedangkan Kamis (28/1) sebanyak 21 orang. 20 orang diantaranya merupakan klaster perkebunan sawit, 5 orang ASN di Beltim, 1 pegawai tambang, 4 ibu rumah tangga, 2 orang pelajar, dan 3 orang wiraswasta.

Berdasarkan siaran pers Pemerintah Kabupaten Beltim, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Ikhwan Fahrozi, ke-35 pasien sudah menjalani isolasi mandiri selama 28 hari dan tanpa gejala apa pun. Sehingga pada hari itu juga sudah dinyatakan sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa.

“Sesuai Petunjuk Teknis Penanganan COVID-19 Revisi 5 tahun 2020, bahwa kasus konfirmasi tanpa gejala tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR. Dinyatakan selesai isolasi mandiri apabila sudah menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi,” jelas Sekda Beltim, Kamis (28/1).

Dengan penambahan 35 orang pasien, maka di Kabupaten Beltim jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 saat ini berjumlah 171 orang. Dengan rincian 164 orang sudah dinyatakan sembuh dan 7 orang masih menjalani isolasi mandiri. Sampai saat ini sebanyak 146 sample swab sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda Babel.

Menurut Sekda Beltim, virus Corona ini semakin berdampingan di kehidupan sehari-hari masyarakat. Maka tentunya kedisiplinan diri dalam menjaga kesehatan menjadi sangat penting, mengingat bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh virus tersebut sangatlah luas.

“Saya menghimbau agar menjadi perhatian kita bersama untuk saling menjaga dan menjalankan protokol kesehatan. Jangan menganggap remeh virus ini, setiap orang tidak memiliki kekebalan tubuh yang sama, jagalah diri dan keluarga anda,” imbau Ikhwan.

Oleh karena itu, dia berpesan bagi siapa saja yang pernah kontak dengan pasien positif tersebut, diharapkan segera melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim atau pusat layanan kesehatan masyarakat lainnya.

“Keterbukaan dan kejujuran diri sangatlah penting, sehingga nantinya akan mudah mendeteksi orang-orang yang pernah berinteraksi dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan satu hal yang terpenting adalah bagaimana perlakuan kita terhadap orang yang terpapar virus ini,” katanya.

“Dan tentunya kita harus memberikan dukungan moril dan tidak menciptakan stigma negatif terhadap siapa saja yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Karena, pola pikir yang positif juga akan ikut membangun imunitas tubuh,” tandasnya. (dny)