KM Delta Tenggelam di Tanjungkalian

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

// Satpolair Bangka Amankan Kapal Trawl
tengah foto..

banner 1200x200

Kondisi kapal yang tenggelam di Tanjung kalian

MUNTOK – Personel Satpolair Polres Bangka Barat (Babar) mengevakuasi kapal nelayan KM Delta yang tenggelam di dermaga Pelabuhan Tanjungkalian, Muntok, pada Senin (27/4) sekitar pukul 03.00 WIB. “Berdasarkan hasil evakuasi petugas bersama anak buah kapal, kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp100 juta,” kata Kabag Operasional Kompol Candra Kurnia, Selasa (28/4).
Ia menerangkan, Senin sekitar pukul 03.00 WIB telah terjadi kecelakaan tunggal yaitu kapal nelayan KM Delta tenggelam di dermaga Pelabuhan Tanjungkalian Muntok karena dihantam ombak yang cukup besar yang terjadi di perairan tersebut. Kapal nelayan yang dinahkodai Oni bin Alimudin (35), warga Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan, tersebut sebenarnya dari Sungai Sembilang, Perairan Sumsel, hendak menuju Pelabuhan Limbung Muntok untuk melakukan bongkar ikan.
“Namun ketika melintas di depan Pelabuhan Tanjungkalian Muntok terjadi cuaca buruk berupa hujan deras dan gelombang besar yang mengakibatkan kapal menabrak tiang dermaga pelabuhan yang mengakibatkan haluan kapal pecah,” kata dia. Sebelum kapal tenggelam, kata dia, para ABK sempat mengikat kapal ke dermaga agar tidak terseret ombak yang bisa mengakibatkan kerugian semakin besar.
“Para ABK dibantu kapal nelayan lain dan berhasil diselamatkan, mereka adalah Alimudin bin Tahir (83), warga Sungsang, Banyuasin, Yan (25) warga Kampung Salak, Sungsang2, Banyuasin, Piyan (21), warga Sungsang, Kabupaten Muba, dan Tomi bin Sirum (13), warga Desa Perajen Jaya, Sungsang,” kata dia. Setelah cuaca mereda, Kasat Polair Iptu Elpiyadi berserta anggota melakukan pencarian kapal motor berbahan kayu yang tenggelam tersebut. Selain pencarian kapal, kata dia, Personel juga mengumpulkan data dan keterangan dari nahkoda dan ABK.
“Selang beberapa jam dari kejadian, polisi berhasil menemukan barang-barang milik kapal tersebut berupa delapan buah kotak fiber ikan warna kuning dan hijau dimana empat kotak di antaranya berisi ikan tenggiri, singkur, parangparang, kembung dan senangin, 20 buah jerigen kosong, satu unit drum plastik, satu rol pukat udang, tiga unit telepon genggam. “Jika ditaksir barang hilang dan kerusakan kapal berupa pecah pada lambung kapal, total kerugian mencapai lebih dari Rp100 juta,” kata dia.
Ia berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi dan mengimbau kepada seluruh nelayan di wilayah itu untuk selalu waspada dan berhati-hati mengingat saat ini cuaca tidak menentu. Kapten Kapal Oni menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi, ketika kapal yang dinakhodainya mau bersandar di dermaga limbung, yang biasa menjadi tempat bongkar muat kapal-kapal lainnya. “Namun saja ketika melintas didepan dermaga tiba-tiba saja haluan kapal menghantam salah satu tiang dermaga pelabuhan,”ujar Oni.
Dikatakannya pada saat melakukan sandaran ke dermaga limbung, memang kondisi cuaca kurang bersahabat, dan kondisi gelombang tidak seperti biasa-biasaya disekitar pelabuhan ini. “Tadinya saya mengarahkan kemudi kapal ini untuk merapat disisi dermaga, karena kita ingin melakukan bongkar muatan yang ada di kapal, memang kondisi cuaca kurang bersahabat dan kondisi gelombang disekitar pelabuhan pun tidak seperti biasanya. Sehingga dengan hempasan gelombang yang menghamtam haluan kapal mengakibatkan bagian haluan membentur salah satu tiang dermaga dan menjadikan haluan kapal pecah terbelah dua,” ujar dia.
Dibagian lain, Satuan Polair Polres Bangka berhasil mengamankan kapal trawl atau pukat harimau KM Maju Jaya berkapasitas 35 gross di perairan laut Pulau Karang 9 atau perairan Sungailiat. Kasat Polair Polres Bangka, AKB Sahbaini mengatakan, kapal yang menggunakan jenis alat tangkap ikan jenis trawl itu diduga berasal dari Tanjung Pinang dengan nahkoda atas nama Heri. “Pada saat kami melakukan patroli di perairan laut Sungailiat, kami berhasil menangkap kapal itu yang sedang melakukan penangkapan,” katanya. Selain kapal kata dia, pihaknya juga mengamanakan satu orang nahkoda dan lima orang anak buah kapal dan menentapkan nahkoda sebagai tersangka,” katanya.
“Saya mendapatkan pada saat dilakukan pemeriksaan kapal itu dilengkapi dengan dokumen ijin resmi, namun hanya alat tangkap dipergunakannya yang melanggar aturan hukum karena dapat merusak ekosistem laut,” katanya.
Ia mengatakan, kapal trawl belum dapat pihaknya lakukan penyandaran di pelabuhan perikanan maupun dermaga Air Kantung mengingat adanya pendangkalan pada muara itu, sehingga nahkoda dan lima orang ABK terpaksa dilakukan penjemputan “Mengingat alur muara mengalami pendangkalan, terpaksa kapal milik nelayan itu yang dijadikan barang bukti belum dapat kami sandarkan ke pelabuhan,” ujarnya. Dia mengatakan, hasil pemeriksaan dalam kapal pihaknya mendapatkan dua alat tangkap trawl dan ikan hasil tangkapannya sebanyak lebih dari satu ton. “Tersangka Heri yang bertugas sebagai nahkoda pada kapal itu, kami jerat dengan pasal 85 undang-undang 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan ancaman lima tahun penjara,” katanya.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang, mengimbau pengunjung pantai agar mewaspadai gelombang air laut di perairan Babel yang diperkirakan mencapai ketinggian hingga 2,33 meter pada Rabu (29/4). Pantauan BMKG, gelombang pasang juga berpotensi terjadi di Sungailiat, Kabupaten Bangka, disertai angin dengan kecepatan mencapai 20 kilometer per jam.
“Kami mengimbau agar pengunjung pantai tidak berenang terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas karena dengan ketinggian pasang laut ini sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan,” kata Staf Koordinator Unit Analisa, BMKG Pangkalpinang, Achmad Rivai. Ketinggian gelombang laut di jalur pelayaran Babel juga diperkirakan meningkat hingga 1,5 meter di banding beberapa hari sebelumnya yakni hanya mencapai 0,5 sampai satu meter.
“Ketinggian gelombang ini berpotensi terjadi di Utara Bangka jalur pelayaran Babel dengan kecepatan angin mencapai 33 kilometer per jam dari Barat Laut menuju Timur Laut,” ujar dia. Ia menambahkan, gelombang di selat Karimata, selat Gelasa dan Selatan Bangka mencapai ketinggian 1,3 meter, sedangkan Selat Bangka berkisar antara 0,5 hingga satu meter. Sementara itu, berdasarkan pantauan satelit cuaca, kondisi daratan Babel masih berpotensi diguyur hujan.
“Enam kabupaten dan kota diprediksi turun hujan dengan intensitas ringan sedangkan satu kabupaten lainnya hanya berawan dan tidak berpotensi turunnya hujan,” katanya. Ia menyebutkan, enam daerah tersebut yakni Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Kota Pangkalpinang, sedangkan satu daerah lainnya yakni Kabupaten Belitung Timur kondisi cuaca hanya berawan dan tidak berpeluang hujan.(cr63/rif/ant/rb)

Baca Juga:  Viral, Foto ART Diluar Restoran Menunggu Majikan Makan
Rate this article!
Tags:
author

Author: