KNPI Bateng Pertanyakan Sikap Pemprov

by -

KOBA – Ditetapkannya Kabupaten Belitung sebagai pusat pantau Gerhana Matahari Total (GMT) di Provinsi Kep Babel oleh Pemprov Babel, ternyata menimbulkan kekecewaan dari berbagai komponen masyarakat di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).
Pasalnya, seperti diketahui bersama, berbagai ahli astronomi dan ilmu falak nasional, terutama dari LAPAN telah menetapkan bahwa titik perlintasan GMT terlama di Indonesia terdapat di Kabupaten Bateng Provinsi Kep. Babel.
Kekecewaan kali ini dilontarkan Ketua KNPI Kabupaten Bateng Palmolip setelah sebelumnya kekecewaan yang sama ini dilayangkan oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bateng Maryam, SH.
“Bagaimana kita tidak kecewa, jelas-jelas daerah kita, yakni Desa Terentang III Kecamatan Koba yang menjadi tempat pantau terlama GMT. Kok, Pemprov bisa memilih Kabupaten Belitung sebagai pusat kegiatan GMT di Babel ini,” ujar Palmolip kepada Babel Pos, Minggu (10/01).
Diungkapkan Palmolip, seharusnya Pemprov bisa bersikap objektif dalam menetapkan pusat kegiatan seperti ini. Bagi pihaknya, tentu hal ini menyebabkan kekecewaan yang mendalam karena keputusan Pemprov yang dinilainya tidak tepat, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kep. Babel.
“Kita tidak masalah kalau itu sudah menjadi keputusan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kep. Babel. Karena kita dari seluruh elemen kepemudaan dan ormas di Bateng siap menyukseskan pelaksanaan kegiatan GMT di Kabupaten Bateng,” ungkapnya.
Menurut Palmolip, pihak Pemkab Bateng dalam hal ini Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga tidak perlu khawatir dengan minimnya dukungan Pemprov Babel terhadap gelaran pantauan GMT di Kabupaten Bateng. Sebab, pihaknya siap membantu suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini di Kabupaten Bateng.
“Beberapa kali event nasional sudah diselenggarakan di daerah kita dan selalu sukses digelar, baik sukses pelaksanaan maupun sukses administrasi. Jadi, kita yakin dan percaya momentum GMT yang menjadi perhatian banyak pihak di nusantara ini, bahkan seluruh dunia, juga akan meraih sukses yang sama seperti event-event sebelumnya. Apalagi masyarakat kita selama ini bersikap welcome dan sudah terbiasa menerima tamu dari luar,” yakinnya.
Palmolip pun menilai sejauh ini berbagai persiapan yang telah dilakukan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bateng dinilainya telah berjalan dengan baik. Makanya, tidak ada keraguan dari pihaknya jika kegiatan ini tidak terselenggara dengan sukses.
“Sekarang ini yang terpenting, mari kita seluruh elemen masyarakat, pemuda dan ormas  bersatu padu menyukseskan kegiatan ini. Karena akan banyak dampak positif yang kita peroleh, baik multi player efek pada saat kegiatan maupun setelah kegiatan, seperti dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun pariwisata,” tandasnya.  (obh)