KNPI Luruskan Statemen Ketua Karang Taruna

by -

TANJUNGPANDAN- Ketua DPD KNPI Belitung Edi Usdianto (Edu) membantah statemen Ketua Karang Taruna Kabupaten Belitung Indra Yuniardi yang mengatakan, bahwa ada bantuan dana awal yang bisa dikelola oleh setiap organisasi kepemudaan. Sebab, statemen Indra itu dinilai tak berdasar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Karang Taruna Indra mengajak kepada seluruh pemuda atau anak-anak yang baru lulus ujian nasional atau yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi akibat faktor ekonomi. Maka, silahkan bergabung dan merapat ke pemuda desa atau bisa juga ke organisasi kepemudaan di Belitung ini seperti Karang taruna, KNPI, PP dan sejumlah organisasi-organisasi lainnya.
“Sebab, di situ ada bantuan dana awal untuk bisa dikelola oleh pemuda. Namun, tentunya juga dana tersebut disesuaikan dengan potensi dan kapasitas desa yang ada,” tutup Indra Kamis (20/6) lalu, di Gedung DPRD Belitung.
Edu kembali mengatakan, menurutnya bahwa pernyataan Indra tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang begitu kuat dan sangat keliru. Pasalnya, pengelolaan dana kepemudaan selama ini hanya bersifat partisipatif yang bersumber dari kegiatan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung.
“Selama ini kami dalam menjalankan program kerja, itu secara swadaya pengurus atau bermitra dengan instansi terkait seperti Danlanud, Kodim 0414. BNN Kabupaten Belitung, Kejaksaan Negeri Tanjungpandan,Dispora dan Polres Belitung. Jadi apa yang disampaikan oleh Ketua Karang Taruna sangat-sangat keliru (soal pendanaan,red). Sebab, tidak ada sama sekali dana yang dimaksud tersebut,” kata Edu kepada BE Jumat (19/6) kemarin.
Ditegaskan, bahwa KNPI selaku wadah organisasi kepemudaan tidak ada dana kepemudaan  yang dikelola oleh organisasi. Bahkan, ketika dalam melakukan pembinaan, penyaluran dan pelatihan-pelatihan keahlian kepemudaan. DPD KNPI hanya bisa menyalurkan/mengutus ke instansi yang mengadakan pelatihan tersebut.
“Jadi, sekali lagi kami ingin tegaskan bahwa DPD KNPI tidak pernah mengelola dana kepemudaan,” tegas Edu yang juga sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung itu.
Selain Edu, Pengurus DPD KNPI Belitung lainnya Agustiar juga angkat bicara. Agustiar mengungkapkan,  Jangankan untuk bantuan pengelolaan dana  kepemudaan  untuk operasional dan perbaikan kantor pun harus dengan swadaya sendiri atau bahkan dengan mengajak pihak ketiga untuk membantu.
“Kita lihat sekarang ini kondisi infrastruktur  kantor pemuda yang sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan. Begitu juga dengan kondisi pagar dan conblok halaman gedung. Namun, hingga saat ini belum ada perhatian dari dinas terkait. Karena itu, kita mengharapkan sedikit perhatian dinas terkait untuk memperbaiki kondisi yang ada saat ini,” tutup Agustiar. (mg2)