KNPI Miris dengan Kenakalan Remaja

by -

*Seringnya Pemuda Tertangkap Polisi dan Pol PP

MEMBALONG-Ketua DPD KNPI Belitung Edi Usdianto mengatakan, sangat miris ketika membaca pemberitaan media massa terkait kenakalan remaja di Belitung yang terjadi hampir setiap hari dalam sepekan. Bahkan, selalu ada saja yang ditangkap oleh pihak aparat kepolisian maupun satpol PP akibat perilaku yang menyimpang aturan maupun melanggar tata kesusilaan masyarakat.
“Sangat miris sekali. Dan ini menjadi tanggung jawab kita semua membenahinya. Karena resikonya sudah sangat tinggi di Kabupaten Belitung,” tegas Edu dalam acara Talk Show Kepemudaan di Ruang Serbaguna Kantor Camat Membalong Sabtu (28/3) kemarin.
Edu mengatakan, kalau tidak dari dinas terkait, siapa lagi yang akan merubah karakter anak-anak muda kita di Belitung terutama para pelajar tersebut.  “Mudah-mudahan di Kecamatan Membalong  sendiri, belum ada dan jangan sampai terjadi pergaulan bebas, narkoba dan bentuk ,” harap Edu.
Di sisi lain, ia mencontohkan kondisi pelajar di Belitung dengan di daerah luar pulau Belitung yang sangat ketinggalan jauh.  “Contohnya, kita di Belitung ini hanya sibuk mengejar ujian nasional (UN). Sedangkan, di sana (luar daerah lain,red) tidak ada lagi yang memikirkan soal UN. Sementara, pendidikan moral dan karakter bagi pelajar itu menjadi sangat penting,” paparnya.
Karena itu, kata dia, dibutuhkan agar semua pihak dapat menjalin kerjasama membenahi dekadensi moral generasi muda yang ada di Kabupaten Belitung. “Sebab, dengan adanya aksi nyata. Bukan tidak mungkin mereka langsung  spontan berhenti. Tetapi, setidaknya itu bisa menjadi berkurang,” katanya.
Camat Membalong Syamsudin mengatakan, yang dikatakan pemuda ada masa pra produktif dan masa produkif. Apa yang dilakukan pemuda hari ini bisa berpengaruh besar terhadap kemajuan dan kemuduran suatu bangsa dan negara ke depan. “Sebab, pemuda adalah harapan bangsa. Pemuda hari ini adalah pemimpin untuk hari esok. Jadi, harus ada kaderisasi dan regenerasi,” kata Syamsudin.
Masa depan bangsa dan negara, lanjut dia, dapat dilihat sejauh mana peran kepemudaan dalam mengisi kemerdekaan. “Apalagi sekarang era keterbukaan, era transformasi. Sehingga kita harus mampu memilah dan memilih,” jelasnya.
Dikatakannya, rusaknya moral dan akhlak generasi muda akan berdampak pada kemajuan suatu daerah. “Sebab, pucuk kepemimpinan suatu saat akan beralih pada pemuda. Karena itu, semuanya tergantung kepada pemuda,” terangnya.
Peran pemuda sebagai agen kontrol dalam perubahan sangat dibutuhkan. Dan selaku pemerintah, kita punya keinginan bagaimana para pemuda kedepan menjadi lebih baik. Semua itu merupakan catatan bagi kita semua. “Jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, itu celaka. Namun, kalau hari ini lebih baik dari hari kemarin itu adalah sebuah keberuntungan,” tutupnya dengan penuh filosofi. (mg2)