Koalisi Suci Pecah KMP Beltim

by -

*Koko Ingin Elit Politik Bersikap Dewasa

MANGGAR -Dua partai besar di koalisi merah putih (KMP) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), menyatakan sepakat membangun koalisi. Dua partai besar yang menamakan Koalisi Suci yakni, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Koalisi suci ini, terbentuk setelah adanya pertemuan antara kedua pengurus partai politik (Parpol) secara langsung, Minggu (21/6)malam di sekertariat DPC Gerindra Beltim. Koalisi ini dibangun atas dasar kesadaran bersama antara kedua parpol, terutama tergolong dalam koalisi KMP.

Dengan terbentuknya koalisi ini menjawab keikutsertaan salah satu pasangan calon yang akan diusung dalam Pilkada Beltim 9 Desember mendatang. Namun sayangnya, Koalisi Suci jadi memecah belah KMP Beltim yang sebelumnya pernah berkumpul menjalin kesepakatan.

Ketua DPD PBB Beltim, Koko Haryanto yang juga bagian dari KMP Beltim mengatakan, dengan pecahnya koalisi tersebut masyarakat akan menilai berarti KMP di Beltim saat ini sudah tidak kondusif lagi.

“Elit politik sebenarnya harus menyikapi ini dengan dewasa. Seperti yang dikatakan pada koalisi Suci ada yang mengatakan bahwa PBB tidak punya keringat pada Pilpres lalu. Padahal mungkin ia tidak tahu banyak, bagaimana hubungan pribadi Pak Yusril dengan Pak Prabowo waktu itu, jadi jangan lah bicara jika memang tidak tahu persoalannya,” tegas Koko, saat ditemui diruang kerjanya Selasa (23/6) kemarin.

Koko menjelaskan, sebelumnya PBB sering diundang dalam hal pertemuan apapun demi menjalin kebersamaan dan kerjasama. Tapi mungkin mereka ingin menjadi magnet dalam KMP ini.

“Bagaimana jika mau jadi magnet jika dalam bahasanya ada sindiran seperti yang dituliskan di salah satu media masa lokal tersebut. Bicaralah yang baik, jika memang ingin bersatu,” pintanya.

Padahal menurut Koko, ditingkat DPW dan DPP tentunya tidak pernah menginginkan adanya perpecahan KMP, namun ini terjadi di DPD Beltim. “Sungguh riskan jika ini sampai terjadi nantinya,” ujar Koko yang berharap KMP di daerah tetap bisa solid kedepannya.

Koko tidak menampik suatu kemungkinan jika di Pilkada nantinya akan ada tiga pasang calon, meski semuanya belum bisa dikatakan final.

“Jadi kalo selama ini mereka berbicara masalah head to head, maka dengan adanya koalisi ini berarti jangan lagi bicara adanya head to head di Pilkada mendatang. Karena yang namanya head to head itu semua partai KMP bersatu, jadi janganlah saling membuka luka lama. Artinya ini akan mengusik hal-hal yang bisa tidak bersatu, buatlah Pilkada ini alot,” jelasnya.

Ketila ditanya mengapa PBB Beltim, untuk mencalonkan pasangannya belum bisa dilakukan? Koko menjawab tidak akan berperang asal-asalan dan hanya mencukupi 5 suara partai syarat mengajukan calon.

“Kami bisa jika hanya untuk mencalonkan dengan asal asalan, tapi disini kita harus bersatu membangun. Jangan sampai kita bertarung tapi kekuatannya tidak sebandingm kan lucu namanya. Jika demikian biarkan kita jadi penonoton saja, jangan pernah merasa hebat, merasa lebih unggul, merasa lebih diatas lawan kita, yah silahkan saja. Namun sebaliknya jangan ada saling salah menyalahkan satu sama lainnya,” tandas Koko. (feb)