Kok Bisa Black List Dapat Proyek?

by -

*Pantesan Hasilnya Jelek

TOBOALI – Pansus I (Panitia Khusus) Bidang Pemerintahan DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyatakan adanya beberapa bangunan sejumlah Pustu dan rehabilitasi Puskesmas yang secara fisik dan kasat mata kualitasnya kurang baik.

Selain itu mereka menilai pengerjaannya tidak selesai di waktu normal dikarenakan tidak profesionalnya pihak ketiga yang mengerjakan.

Itu kritik yang disampaikan anggota Pansus I DPRD Basel, Samsir Patholmuin ST.MM kepada wartawan terkait LKPj Bupati Basel akhir tahun anggaran 2015.

Selain tidak profesional pihak ketiga yang mengerjakan, menurut pihaknya, juga dikarenakan adanya beberapa pihak ketiga yang sudah black list dengan perusahaan yang berbeda masih memenangkan tender tahun berikutnya.

“Dengan demikian, maka Pansus I merekomendasikan agar Pemkab Basel ke depan agar bisa mengawasi proses lelang dalam menentukan pemenang betul-betul diberikan kepada pihak ketiga yang memang memiliki hasil kerja yang memiliki kualitas baik, yang bonafit, qualitied dan profesional dan siap secara modal dan bukan memenangkan orang yang sama yang sudah pernah di black list perusahaannya,” kritik Samsir.

Disamping itu, Politisi PKS ini juga menyebutkan adanya beberapa kegiatan program fisik yang tidak selesai sampai batas waktu yang ditentukan. Karena ketidaksiapan modal dari pemenang tender, sehingga pengerjaan pekerjaan hanya sangat tergantung dari dana yang dicairkan dari alokasi APBD dan secara faktual malah ada pekerjaan tersebut yang dipindah tangankan pengerjaan ke pihak lain. Hal ini bisa juga disebabkan terlalu rendahnya penawaran pihak ketiga untuk memenangkan sebuah tender yang pada akhirnya berimplikasi pada kualitas pengerjaan, khsusnya terhadap volume pekerjaan, jelasnya.

“Pansus I merekomendasikan untuk menganalisa kemungkinan untuk memasukan batas terendah penawaran pada proses tender (Banting Harga) dari harga penawaran sementara. Karena hal tersebut akan berimplikasi terhadap rendahnya kualitas bangunan fisik dan bertambahnya waktu pengerjaan yang mempengaruhi capaian realisasinya,” kata Samsir.

Pansus I merekomendasikan kepada Pemkab Basel agar menganalisa kemungkinan-kemungkinan mengeliminir penawaran dari pihak ketiga yang terlalu rendah, dan tidak realistis secara tehnis untuk mengerjakan sesuai dengan standard kualitas yang ditetapkan.

“Masih adanya pemenang tender yang memindahtangankan ke pihak ketiga atau menjual kegiatan program yang sudah dimenangkan, yang berimbas pada kualitas pengerjaan fisik. Pansus I merekomendasikan agar ke depan Pemkab Basel memblack list pihak ketiga yang melakukan praktik seperti itu,” tandasnya. (tom)