Kolong Camui Bakal Airi Lahan Pertanian

by -

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) akan memanfaatkan danau bekas tambang timah (kolong camui) untuk mengairi lahan pertanian selama musim kemarau.
“Saat ini kita sedang menguji coba pemanfaatkan danau kolong-kolong di Bangka Selatan sebagai sumber air pertanian yang mengalami kekeringan,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanbunnak Babel, Heri, Jumat (16/10).
Ia menjelaskan uji coba pemanfaatan danau kolong di Bangka Selatan cukup berhasil, karena petani tidak lagi kesulitan air untuk tanaman padi, sayur mayur selama musim kemarau. “Saat ini petani Bangka Selatan sudah mulai menanami padi, karena mereka tidak perlu khawatir kekurangan air untuk tanaman padi,” ujarnya.
Ia mengatakan pemanfaatan kolong sebagai pengairan lahan pertanian, karena air di kolong ini tidak pernah kering selama musim kemarau, sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan panen padi, sayur mayur dan lainnya.
“Selama musim kemarau ini air kolong ini tidak pernah kering, karena memiliki kedalaman mencapai puluhan meter. Kemarau panjang ini keberadaan kolong sangat membantu masyarakat mendapatkan air bersih untuk mandi, mencuci dan air minum,” ujarnya.
Menurut dia, jumlah kolong yang mencapai ribuan tersebut tersebar di kabupaten/kota dapat dijadikan sarana optimalisasi lahan pertanian di daerah ini. Biasanya petani hanya menanam padi satu kali dalam setahun bisa ditingkatkan tiga kali dalam setahun.
“Pemanfaatan kolong sebagai pengairan lahan pertanian lebih murah dibandingkan pembangunan waduk, irigasi yang mencapai miliaran rupiah, karena petani cukup memanfaatkan pompa air bantuan dari Kementerian Pertanian beberapa bulan lalu,” ujarnya.
Untuk itu, kata dia, pihaknya akan mengembangkan sistem dan pemanfaatkan air kolong sebagai pengairan lahan pertanian dan perkebunan masyarakat. “Selama ini kolong-kolong ini belum dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Kolong ini hanya dimanfaatkan masyarakat pada saat musim kemarau, karena sumur mereka yang mengalami kekeringan,” ujarnya.(ant/rb)