Komisi III DPRD Basel Kunjungan ke Belitung

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

TANJUNGPANDAN-Bupati Belitung Sahani Saleh melalui Asisten II Pemerintah Kabupaten Belitung Heri Jasagung menyatakan sangat apresiatif dan menyambut baik kedatangan seluruh personil Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan atas kesediaannya memilih Kabupaten Belitung dalam kunjungan kerjanya.

Tujuan kedatangan rombongan para wakil rakyat di Kabupaten Belitung ini, untuk sharing (berbagi) pengalaman/pengetahuan terkait bagaimana cara penanggulangan dampak pasca penambangan.  “Pasca tambang bagaimana melakukan penghijauan terhadap eks-eks tambang,” kata Ketua Komisi III DPRD Bangka Selatan Srimono dalam pertemuan di ruang rapat Bupati Belitung Kamis (26/3) kemarin.

Srimono mengatakan, meski tak ada  kewajiban yang dilakukan oleh Badan Usaha seperti PT Timah di Belitung misalnya, atas dampak tambang yang terjadi selama ini tidak memiliki tanggungjawab pasca penambangan. “Namun, masyarakat tetap aman dan baik-baik saja. Oleh karenanya, kami ingin berkoordinasi hal itu saja,” ucap Srimono.
Selain itu, persoalan pemberian izin amdal terhadap perusahaan di Belitung seperti perkebunan sawit yang sedang berjalan. “Sementara di Bangka Selatan, ada beberapa izin yang sudah dikeluarkan Bupati Basel terhadap perkebunan sawit dan pembukaan pabrik. Namun, tak bisa berjalan atau beroperasional,” paparnya Politisi yang akrab dipanggil Samson ini.

Baca Juga:  GM IPC Pelindo II Tanjungpandan Kunjungi Harian Belitong Ekspres

Samson menyebutkan, kondisi di Kabupaten Bangka Selatan dengan di Kabupaten Belitung sangat jauh berbeda. “Artinya, ketika Perkebunan sudah mau dilaksanakan/dikerjakan, justru banyak masyarakat yang melakukan aksi protes,” sebutnya.
Jadi, tujuan Komisi III DPRD Basel ingin belajar di Kabupaten Belitung. Untuk mencari tahu seperti apa cara pengeluaran izin dan mekanisme pemerintah daerah Belitung dalam penerapannya selama ini. “Kami juga sudah pernah kunjungan kerja di Bangka Induk. Mungkin, karakter masyarakatnya berbeda. Namun pada intinya,kami ingin mencari formulasi yang baru dan baik lagi,” tukasnya.
Asisten II Pemerintah Kabupaten Belitung Heriyadi Jasagung mengatakan, Kabupaten Belitung sejauh ini memang masih terkenal dengan sektor unggulannya. “Salah satunya sektor pariwisata. Jadi, pariwisata tidak hanya dibangun dalam satu sektor saja. Tetapi, termasuk bidang perikanan dan kelautan,” singkat Heri.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Belitung Ir Ubaidillah melalui Kepala Bidang (Kabid) Amdal BLHD Belitung Mardi Simolik ST MSI mengatakan, pada prinsipnya semua soal perizinan dan amdal hampir sama dan berlaku di seluruh birokrasi Indonesia. “Tinggal bagaimana mencermati pada saat proses dan aspek sosialnya. Sebab, itu tergantung kondisi khusus dari masing-masing daerah. Dan setiap daerah, tentu juga memiliki kewenangan dan peranan tersendiri,” jelasnya dihadapan seluruh personil Komisi III DPRD Bangka Selatan itu.
Menurut Mardi, setiap bentuk pembuatan kebijakan, harus bisa diterima secara rasional dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. “Apakah kebijakan itu sifatnya teknis atau prinsip. Yang jelas, di BLHD Kabupaten Belitung dalam penerapan perizinan masih tetap mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) No 27 Tahun 2012,” tukasnya.
Sementara itu, dalam pertemuan kunjungan kerja di ruang Bupati Kamis (26/3) kemarin, nampak hadir Ketua Komisi III DPRD Bangka Selatan, Samson alias Srimono, Wakil Ketua Komisi III  Lukman, Sekertaris Komisi III Muzani, Anggota Komisi III Mukimin, Rusdiono, Suhardi dan Obicardi. (mg2)

Tags:
author

Author: