Komisi III DPRD Beltim Minta Dindik Matangkan Rencana Masuk Sekolah

by -
Komisi III DPRD Beltim Minta Dindik Matangkan Rencana Masuk Sekolah
Ketua Komisi III DPRD Beltim, Jafri.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Ketua Komisi III DPRD Beltim, Jafri meminta Dinas Pendidikan mempersiapkan secara matang rencana masuk sekolah bagi siswa di Kabupaten Beltim. Salah satu alasannya adalah penerapan protokol kesehatan bagi pelajar dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah masing-masing.

Jafri mengatakan, Komisi III selaku mitra Dinas Pendidikan telah beberapa kali bertemu untuk memastikan kesiapan sekolah menerapkan aturan protokol kesehatan sebagai syarat new normal.

“Kita memang sudah mengadakan koordinasi dengan Dindik, baik dalam rapat membahas LKPJ kepala Daerah, kita sudah mintakan kepada dindik. Sudah menanyakan sejauh mana rencana mereka untuk melaksanakan tahun ajaran baru di tahun sekarang ini,” ujar Jafri, Rabu (8/7).

Diakui Jafri, Dindik Beltim sudah melakukan persiapan dengan menyiapkan kajian dan analisa jika aktifitas sekolah dibuka kembali. Meski demikian, Komisi III tetap memberikan masukan dan memastikan penerapannya dalam pengawasan Dindik.

“Jadi kami minta mereka melaksanakan kegiatan pendidikan tapi dengan tetap mengacu pada aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah terutama masalah kesehatan. Kalau ternyata nanti dalam pelaksanaannya mereka memang siap dan bisa, silahkan,” jelasnya.

Sebaliknya jika tidak siap, Jafri menyarankan agar sebaiknya ditunda sebab kesehatan jauh lebih penting dibandingkan proses belajar mengajar. Sebagai gantinya, pembelajaran bisa tetap dijalankan dari rumah masing-masing.

“Kalau nantinya mereka sudah siap akan bertahap dari SLTA sampai Paud. Apakah nanti dalam satu kelas ada 40 siswa, misal dibagi dua kelas. Jam nya jangan terlalu panjang, jamnya dibuatlah sesuai keadaan sekarang. Fisik supaya agak ditunda, misalnya kegiatan melakukan sentuhan-sentuhan atau kegiatan yang intens,” jelasnya.

Jafri juga mendorong Pemerintah daerah menyiapkan alat kesehatan yang cukup di setiap sekolah. Seperti masker dan face shield serta tempat cuci tangan beserta sabun cairan. “Kita juga minta tanggungjawab Pemda. Dalam hal ini mohon kiranya Pemda dengan Dindik dibahas secara intensif. Mereka harus memikirkan jangan sampai membebani orang tua siswa,” ujar Jafri.

Dia menjelaskan, penyiapan alat kesehatan bisa mempergunakan anggaran penanganan Covid dengan berkoordinasi melalui Gugus Tugas.

“Jangan ragu menggunakan dana-dana yang memang disiapkan untuk penanganan covid. Jangan semua hanya dibebankan kepada orang tua siswa. Kalau anggaran yang ada tidak direalisasikan, DPRD akan menanyakan dan akan minta pemda menjelaskan kenapa terjadi hambatan,” tandasnya. (msi)

Editor: Yudiansyah