Komisi III Ingatkan Dindik Beltim Hati-Hati Terkait KBM

by -
Komisi III Ingatkan Dindik Beltim Hati-Hati Terkait KBM
Ketua Komisi III DPRD Beltim, Jafri.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Ketua Komisi III DPRD Beltim, Jafri mengingatkan Dinas Pendidikan agar berhati-hati melaksanakan proses belajar mengajar (KBM) di masa pandemi Covid-19. Menurut Jafri, penyebaran Covid-19 di masyarakat cukup mengkhawatirkan termasuk kegiatan sekolah.

“Jadi KBM penting tetapi kita juga lebih hati-hati dalam masa sekarang ini yang memeng di Beltim berdasarkan informasi masyarakat cukup mengkhawatirkan. Setelah kita cek melalui dinas (Dinkes) masih ada 11 orang isolasi mandiri dan itupun sudah disampaikan kepada Dinas Pendidikan,” ujar Jafri seusai RDP di DPRD Beltim, Selasa (3/2).

Dinas Kesehatan, harap Jafri sebaiknya membuka informasi penyebaran Covid kepada Dinas Pendidikan mengenai isolasi mandiri maupun dampak terhadap proses KBM tersebut.

“Pihak Dindik sendiri menyatakan siap menjalankan prokes sebaik-baiknya karena anak didik harus diberikan pembelajaran sebab kalau turus terusan belajar BDR tentu orang tua dikhawatirkan tidak maksimal. Ada sekolah, yang bertanggungjawab dengan memperhatikan prokes secara ketat,” ujar Jafri.

Menurut Jafri, bagi yang terpapar atau melakukan isolasi mandiri tetap diharuskan melaksanakan prokses secara ketat agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kita juga minta masyarakat juga paham bahwa kita harus lebih hati-hati, saling menjaga agar semua berjalan baik. DPRD tidak mau lagi mendengar hal-hal yang bisa menimbulkan keresahan dan sebaiknya Dinas terkait sampaikan ke masyarakat supaya tenang,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Beltim Amrizal meminta masyarakat memahami pelaksanaan KBM di masa pandemi Covid-19 berbeda dengan KBM di masa normal.

“Pemahaman masyarakat harus kita ubah, kondisi KBM (saat ini) tidak seperti kondisi belajar yang biasa dilakukan. Jadi tetap ada shift, ada BDR dan tatap muka. Ini harus dipahami orang tua,” ujar Amrizal.

Menurut Amrizal, anak-anak relatif aman saat berada di sekolah. Selain jam KBM relatif pendek, protokol kesehatan dapat dimaksimalkan karena pengawasan guru lebih cermat terhadap peserta didik.

“Wajar kalau orang tua khawatir, tapi kalau kita dilapangan selalu koordinasi dengan Dinkes dan Tim Covid. Dindik tidak asal buka sekolah, kami tetap mengutamakan kesehatan anak-anak. Tatap muka adalah hal penting dalam artian tidak tergantikan untuk anak-anak tingkat dasar, jadi tetap ada tatap muka dengan guru, teman-teman sebagai sosialisasi. Prinsipnya keselamatan anak-anak paling utama,” pungkasnya. (msi)