Komisi III Ingin Kejelasan Penerapan K13

by -

TANJUNGPANDAN- Komisi III DPRD Belitung meminta kejelasan implementasi standardisasi kurikulum 2013 (K13) di tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Belitung. Selain itu, Komisi III juga ingin mengetahui sejauh mana kesiapan sekolah dan permasalahan yang dihadapi dalam penerapan  K13 tersebut.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Belitung Mintet dalam rapat dengar (hearing) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Selasa (3/1) di Kantor DPRD Kabupaten Belitung.
“Alhamdulillah dengan adanya pertemuan ini, kita dapat mengetahui kondisi guru-gurunya sudah ikut pelatihan, sarana penunjangnya juga sudah siap. Termasuk sistem evaluasinya sudah menggunakan IT,” kata mintet usai rapat dengan sejumlah pengawas dan kepala sekolah di Kabupaten Belitung.

Karena itu, kata dia Komisi III DPRD Belitung siap membantu melalui anggaran dana daerah, untuk mengatasi penggunaan dana BOS (biaya operasional siswa) yang sangat terbatas.

“Kita (Komisi III DPRD,red) ingin semuanya sekolah di Belitung ini siap melaksanakan K13.Dan K13 ini juga harus bisa berjalan dengan baik,” tandas anggota DPRD Belitung  alumni siswa SMP Negeri 2 Tanjungpandan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Belitung, Rudi Hartono menyebutkan, ada delapan sekolah di Kabupaten Belitung yang ditunjuk oleh pusat menjalankan K13 sebagai sekolah percontohan.
“Jika berhasil, berarti itu dinilai sukses. Karena program kementerian pendidikan di pusat mengharapkan tahun 2019 mendatang, semua sekolah sudah menggunakan K13,” sebutnya.

Rudi mengatakan, pihak Kementerian pendidikan belum bisa memberikan jawaban pasti terkait kebijakan dalam penerapan kurikulum 2013. Namun, pihak Kementerian hanya mempersilahkan kepada sekolah yang telah ditunjuk sebagai sekolah percontohan K13.

“Alternatifnya begini. Bagi sekolah yang sudah melaksanakan K13 selama tiga semester. Silahkan, melaksanakan K13. Sedangkan, bagi yang belum sampai tiga semester, itu akan dikembalikan ke kurikulum 2006,” terang Rudi.

Anggota Komisi III DPRD Belitung dari Fraksi Amanat Pembangunan Sejahtera (APS) Saryadi menambahkan, bagi sekolah lain yang belum menerapkan kurikulum 2013 tetap akan menyusul secara bertahap. Tentunya juga akan disesuaikan dengan keputusan/aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Dan bagi sekolah yang sudah menerapkan K13, materi ujiannya tetap menggunakan materi K13. Begitu pun sebaliknya. Bagi sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2006 (KTSP), materinya Kurikulum 2006,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Parlianta menyatakan, bagi sekolah yang sudah dan belum menerapkan K13 tidak ada masalah.

“Kecuali SMP 48. Karena kesiapannya atau kondisi sekolahnya tidak memungkinkan untuk melanjutkan ke kurikulum 2013,” sebutnya.

Parlianta mengakui, adanya keluhan buku kurikulum 2013 untuk tingkat pendidikan di SD dalam menghadapi ujian semester genap ini. Selain kekurangan guru.

“Namun, kami akan tetap  perjuangkan itu semuanya,” tegas Parianta sambil bergegas pergi seolah tak ingin dimintai penjelasan lebih banyak oleh wartawan.(mg2)