Kompetisi Global Dengan Rujukan Buku Perpustakaan Desa

by -
Kompetisi Global Dengan Rujukan Buku Perpustakaan Desa
Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Beltim Amirudin saat mengikuti webinar bersama Kepala Perpustakaan dan Arsip Nasional, Senin (3/15).

 

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Literasi senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan paradigma dari masa ke masa. Pasca kemerdekaan, literasi dimaknai bagaimana kemampuan mengenal huruf, mengenal kata, kalimat dan kemampuan menyatakan pendapat dan sebagainya.

Tetapi di era saat ini, lierasi perlu ditingkatkan lagi sehingga literasi bisa mengumpulkan sebanyak mungkin bacaan tersirat dari yang tersurat. Dengan mengangkat ide, gagasan, teori baru dan kreatifitas serta inovasi, agar masyarakat memiliki kemampuan analisa informasi dari buku yang dibaca.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Amirudin, yang terpenting adalah bagaimana menciptakan barang dan jasa bermutu yang bisa dipakai untuk berkompetisi global yang diusahakan masyarakat dengan menggunakan rujukan buku-buku perpustakaan di desa.

“Untuk memastikan kondisi (perpustakaan) terkini di Beltim maka kita tidak henti-hentinya menghimbau Kepala Desa agar segera membentuk Perpustakaan Desa karena masih ada beberapa yang belum terbentuk sehingga kita motivasi kembali,” ujar Amirudin, seusai mengikuti webinar bersama Perpustakaan Nasional dengan tema Literasi menuju Inklusi Sosial, Senin (15/3).

Ia mengakui, perpustakaan tidak lagi monoton dengan konsep lama seperti penyediaan buku-buku secara fisik atau bangunan gedung yang mewah. Akan tetapi konsep yang hendak dibangun adalah dengan memperhatikan potensi Desa.

“Konsepnya tidak lagi konsep lama, dengan bangunan gedung yang memberatkan (anggaran) desa. Kalau mereka punya hutan maka yang dihadirkan perpustakaan adalah perpustakaan hutan (alam). Literasinya banyak di situ,” jelas Amirudin.

Ia mencontohkan dengan teknologi canggih, nantinya ketersediaan akses jaringan yang ada di desa memungkinkan Perpustakaan Desa memasang barcode di sumber daya alam yang dimiliki seperti pohon. Sehingga begitu diakses akan langsung diketahui manfaat, kegunaan dan sebaran tiap-tiap sumber daya alam. Konsep ini adalah literasi berbasis digital dengan teknologi telepon genggam android.

Amirudin mengakui, saat ini akses masyarakat untuk mencari data belum merata. Oleh karenanya, Perpustakaan Daerah Kabupaten Beltim berupaya dalam program 100 hari kerja Bupati menargetkan agar ada buku digital di Beltim.

“Ini mungkin tahun pertama yang kita mulai dan berharap sampai ke desa. Apa yang bisa dipetik dari literasi yang banyak, maka buku-buku yang ada di Perpustakaan akan kita suplai ke mereka tentunya buku-buku yang sesuai kebutuhan mereka seperti ilmu terapan,” jelasnya.

Dia berharap Perpustakaan khususnya Desa harus menjadi tempat berkumpul, tempat informasi dan edukasi berbagai ilmu pengetahuan. Sehingga program transformasi berbasis inklusi sosial bisa membumi di Beltim.

“Kita semua berperan, baik tokoh masyarakat, tokoh agama maupun pemangku kepentingan. Tetapi penggeraknya adalah pustakawan desa. Harus bersinergi dengan tokoh masyarat, Kepala Desa, Kecamatan dan Kabupaten termasuk Bupati sehingga alokasi anggaran yang mereka butuhkan melalui ABPDes bisa maksimal,” pungkasnya. (msi)