Kondisi Dermaga Teluk Gembira Menyedihkan, Rusak Dimakan Usia, Amblas Dihantam Ombak

by -
Kondisi Dermaga Teluk Gembira Menyedihkan, Rusak Dimakan Usia, Amblas Dihantam Ombak
Kondisi dermaga Teluk Gembira sudah rusak parah dimakan usia, sebelum amblas dihamtam ombak.

belitongekspres.co.id, MEMBALONG – Kondisi dermaga penyeberangan menuju Pulau Seliu di Teluk Gembira, Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong kian memprihatinkan. Bahkan kini mulai putus (amblas). Pemerintah Desa Seliu pun berinisiatif untuk merehab dermaga darurat menggunakan kayu secara swadaya.

Kepala Desa Padang Kandis Sumantri mengatakan, dermaga Teluk Gembira rusak dikarenakan sudah lama tidak diperbaiki. Ditambah lagi memang kondisi dermaga sudah rusak parah dimakan usia, sebelum dihamtam ombak tersebut.

“Sebenarnya kondisinya memang sudah miring tapi ambruknya terjadi pada saat angin ribut pada Selasa (7/12) malam, ditambah lagi air laut pasang pada siang harinya,” kata Sumantri kepada Belitong Ekspres, Kamis (10/12) kemarin.

Dia menyebutkan upaya perbaikan dermaga itu sudah diusulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung. Akan tetapi terkendala masalah lokasi tersebut tidak diizinkan oleh pihak pemilik lahan yang berada di sekitar dermaga itu.

Makanya, sampai saat ini pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung masih berupaya mencari lokasi baru untuk pembangunan dermaga tersebut. “Kerusakan itu bukan karena kelalaian dari pihak pemerintah, tetapi terkendala masalah lokasi pembangunan dermaga,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Pulau Seliu Edyar juga menginformasikan bahwa Dermaga Teluk Gembira kini sudah putus dan tidak bisa digunakan ketika air surut. Selain itu, juga tidak bisa dilintasi penumpang serta disandari kapal.

Oleh sebab itu, sesuai hasil rapat koordinasi beberapa yang lalu, pihaknya berinisiatif untuk merehap dermaga darurat menggunakan kayu secara swadaya. “Semua akan kita libatkan yang diawali dengan sumbangan sukarela masyarakat sebagai partisipasi. Kemudian penetapan angka pungutan untuk penerima jasa angkutan kapal transportasi, mobil penumpang dan barang, gerobak, toko/ kios dan usahawan, pengepul ikan dan kepiting,” kata Edyar kepada Belitong Ekspres.

Edyar menyebutkan mereka sangat mengapresiasi kinerja pemerintah daerah yang sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dermaga Teluk Gembira selama 3 tahun berturut-turut. Sayangnya, terkendala tidak adanya kesepakatan dengan pemilik lahan, maka pembangunan dermaga tersebut tidak bisa direalisasikan.

Kemudian tambah Edyar, beberapa bulan lalu mereka sudah melaksanakan rapat koordinasi bersama dinas terkait pengalihan lahan alternatif untuk dermaga Teluk Gembira di Padang Kandis. Yakni, di Air Paku dengan menghubungi pemilik lahan milik Swasta dan menemukan kesepakatan untuk pembebasan lahan di awal tahun depan.

Lokasi itu kata dia, sudah pernah dilakukan survei oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung dan layak untuk dibangun di atas lahan tersebut. Katanya, pembangunan sudah direncanakan oleh pemerintah daera pada akhir tahun 2021.

“Semoga ini akan menjadi perhatian Pemerintah Daerah Belitung untuk segera membangun dermaga Air Paku sebagai pengganti dermaga Teluk Gembira. Ini mengingat kondisi dermaga tersebut sangat dibutuhkan oleh kami masyarakat Desa Pulau Seliu sebagai penunjang ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Belitung H Sahani Saleh membenarkan pihaknya sudah 3 kali menganggarkan untuk perbaikan dermaga tersebut. Bahkan dokumen semacam DED pun sudah lengkap, namun persoalannya lahan tersebut milik orang.

“Kita sudah berapa kali bernegosiasi dengan orang itu, tapi tidak menemukan kesepakatan atau tidak berhasil. Padahal kita bukan minta hibah, kita sesuai aturan kita bebaskan,” kata pria yang karib disapa Sanem.

Menurut Sanem, kalau 3 tahun lalu ada kesepatakan pastinya dermaga itu tidak akan rusak, karena sudah dilakukan perbaikan. Pemkab Belitung, kata Sanem juga telah meminta kepastian sekitar beberapa bulan lalu, dan mereka (pemilik lahan) tidak bersedia dalam bentuk apapun.

Sehingga jalan keluarnya, Pemkab Belitung mencari lahan baru di lokasi lain untuk pembangunan pengganti dermaga Teluk Gembira. Dan setelah itu secara otomatis akan segera melakukan pembebasan lahan.

“Insyallah tahun 2021 lahan kita bebaskan, dan pemilik lahan sudah deal dan mereka siap melepaskan lahan itu. Baik untuk jalan maupun untuk pantainya,” terang orang nomor 1 di Kabupaten Belitung.

Sanem melanjutkan, saat ini tim appraisal (penilai) melakukan penilaian, dan Pemkab Belitung sudah menyiapkan anggarannya. “Jalan untuk lahan itu sekitar 2,3 Km dari jalan utama, kita minta pembebasan 15 meter untuk jalan, dan untuk pantai kita minta 10 x 30 meter. Jadi kalau misalnya lahan sudah selesai dan langsung kita bangun, insyallah tahun 2021 ini,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Belitung Ansori. Hal ini tidak akan terjadi, karena langkah sudah disusun dan clear dibangun sejak berapa tahun lalu. Akan Tetapi karena ada kendala dan masalah tempat dan lokasi, pembangunannya tertunda.

“Nah sekarang kita sudah dapat solusinya tempat yang baru dan sekarang lagi berproses, insyaallah pembangunan yang baru dapat dilanjutkan,” kata Ansori.

Ansori menghimbau kepada masyarakat untuk bisa saling mendukung dan saling bersinergi dengan keadaan ini. Apalagi di musin panca roba cuaca ekstrem situasi yang tidak menentu seperti sekarang, terutama masyarakat yang rutin menggunakan dermaga untuk penyebrangan tersebut. “Kami selalu hadir buat masyarakat sesuai mekanisme dan aturan yang ada,” tandas lelaki asal Gunung Riting itu. (dod)