Kongres PSSI di Bandung Bawa Sinyal Positif

by -

TANJUNGPANDAN-Hasil Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Bandung, Minggu (8/1) lalu membawa sinyal positif bagi para pemain muda di Bangka Belitung. Sebab, salah satu poin bahasan saat kongres, yakni memberikan kesempatan tampil bagi pemain muda di Liga Nusantara (Linus) April 2017 mendatang.

Sekertaris Umum (Sekum) PSSI Bangka Belitung Youri Irsano mengatakan, ada beberapa poin penting dibahas saat kongres yang dipimpin Ketua PSSI Letjen Edy Rahmayadi. Salah satunya, membahas kemajuan sepakbola Indonesia.

Tahun-tahun sebelumnya, tim-tim papan atas hingga liga amatir selalu diisi oleh para pemain senior di line up formasi. Bahkan, para pemain muda khususnya putera daerah selalu menjadi pilihan kedua oleh tim.

Akibatnya, prestasi Indonesia semakin merosok dan turun peringkat di FIFA. Dijelaskan Youri, untuk menaikan peringakat dan mencari bibit pemain terbaik, PSSI menetapkan membatasi para pemain tua untuk berlaga di Liga Indonesia, profesional maupun amatir.

Di kasta tertinggi Sepakbola Indonesia, Indonesia Super League (ISL) PSSI hanya boleh mengontrak lima pemain diatas usia 35 tahun. Sedangkan dibawah Usia 35 bebas. Untuk Devisi Utama Maksimal yang boleh berlaga para pemain usia 25 tahun.

“Sedangkan, usia 25 tahun keatas hanya diperbolehkan bermain lima orang. Sisanya harus pemain muda,” ujar Youri Irsano, kepada Belitong Ekspres, Kamis (12/1).

Untuk Liga Nusantara, batasan pemain maksimal usia 23 tahun. Tim linus bisa memakai pemain usia diatas 23 tahun tapi hanya lima orang. Youri berharap dengan adanya aturan ini, para pemain muda dapat menunjukan potensi-pontensi terbaiknya.

Adanya aturan itu mendapat tanggapan positif bagi sejumlah pemain muda di Belitung. Menurut Pemain Belitong FC Apriliandi, adanya aturan itu sangat membantu pemain muda untuk menunjukan performa terbaiknya.

Jika sebelumnya pemain senior selalu menjadi pilihan utama, kini waktunya para pemain muda untuk mengantikan perannya. “Jika kita diberi kepercayaan, kami siap menunjukan permainan terbaik. Dan kami siap bersaing,” ujar pemain berusia 19 tahun ini.

Hal itu juga diungkapkan Striker Belitong Arif Frahmana Hakim, pemain asal Kediri Jawa Timur ini mendukung adanya program PSSI tentang pemain muda. Katanya, adanya aturan itu membuat persaingan antara pemain muda senior di tim bisa terbuka.

Apalagi di Belitung banyak pemain muda potensial yang jarang mendapatkan kesempatan bermain lantaran tertutup oleh pemain senior. “Jika pemain senior dibatasi, otomatis ini merupakan kesempatan bagi pemain muda untuk unjuk gigi, dan menampilkan permainan terbaiknya,”kata Arif.

(kin)