Konsep Marina Dinilai Belum Matang

by -

*Rencana Pembangunannya Dinilai Dipaksakan
*Tom Sebut Belum Pernah Dibahas oleh DPRD

MANGGAR – Rencana pembangunan Marina Internasional di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), yang ditargetkan rampung Oktober 2015 mendatang, memang sangat baik untuk mendukung kemajuan pariwisata Beltim. Namun, menurut Koordinator Wadah Kajian Strategis Pembangunan Daerah (Wakasbangda) Beltim, Rudi Juniwira menilai rencana tersebut suatu bentuk pemaksaan program kerja oleh Bupati Beltim Basuri T Purnama.

Secara perencanaan kata Rudi, pembangunan Marina Internasional di kawasan kolong Bandung River Desa Baru Manggar dinilai belum matang sama sekali. Terutama berkaitan dengan kesesuaian lokasi yang akan dibangun Marina tersebut.

Sebelumnya, konsep yang disediakan pada Marina menurut Bupati Beltim, sederhana. Dengan membuka kanal untuk masuk ke kawasan Marina dan fasilitas lainnya, 100 kapal yacth mampu ditampung dalam dalam kawasan seluas 4 hektar. Sehingga itu sudah dapat dijadikan pendukung Marina Internasional pada 2016 mendatang.

“Konsep Bupati Beltim seperti inilah yang dinilai kurang rasional. Kita tidak usah bicara teknis dulu lah. Secara logika aja dari perbandingan rencana pembangunan marina di daerah lain (Bayuwangi dan Banten, red) mereka mempersiapkan lokasi minimal 30 Ha, yang mampu menampung 100 kapal yatch. Dan itu pun lokasinya berdekatan pada area pelabuhan induk yang alur lalu lintas pelayarannya lancar,” ungkap Rudi kepada harian ini, menanggapi rencanan pembangunan Marina Internasional, Senin (16/3) kemarin.

Pembanding tersebut lanjut Rudi, diartikan bahwa lokasi yang direncanakan memang sudah merupakan alur pelayaran. Pemerintah daerah hanya menambah fasilitas khusus atau pelabuhan khusus untuk kepentingan kapal-kapal yatch tersebut.

“Dari sedikit pemahaman tersebut, kami menilai Bupati Beltim terkesan memaksakan kehendak pada akhir masa jabatan beliau. Entah ini artinya apa, silahkan masyarakat menilai sendiri, karena hal pertama yang harus dilakukan dalam merealisasikan pembangunan marina ini adalah mematangkan perencanaan,” kritiknya.

Selain itu, terkait perencanaan juga perlu disiapkan beberapa hal antara lain, survei inventarisasi dan identifikasi alur pelayaran. Seperti lalu lintas angkutan di sungai dan danau, survei data primer alur, serta profil alur sesuai peruntukan. Inilah kemudian menjadi dasar kementerian teknis, untuk menetapkan kelas alur pelayaran sesuai kondisi yang ada.

“Setelah kelas alur ditetapkan, baru diterbitkan peta alur pelayaran sungai dan danau. Ini sebagai bukti bahwa program ini terkesan pemaksaan. Mungkin sampai saat ini belum ada peta alur pelayaran sungai dan danau yang diterbitkan Bupati sesuai kewenangannya,” ujar Rudi menduga.

Lebih lanjut Rudi menilai, pembangunan Marina bukan pekerjaan main-main. Apalagi saat ini, perencanaan belum matang tetapi kegiatan pembangunan akan dijalankan yang ditandai dengan penandatanganan MOU pengerukan alur kolong Bandung, di Desa Baru dan Desa Kurnia Jaya Kecamatan Manggar.

“Malahan kegiatan ini diiming-imingkan juga untuk kepentingan alur lalu lintas kapal nelayan, ini justru tambah membingungkan. Sudah jelas-jelas marina ini untuk pelabuhan khusus kapal yacht bukan untuk pelabuhan nelayan. Kecuali pelabuhan nelayan dengan pelabuhan marina ini disatukan atau masih dalam satu kawasan,”kata Rudi.

Rudi menambahkan, berkaitan dengan persoalan MoU tersebut dan mengingat perencanaan belum matang, dikhawatirkan nanti akan menimbulkan beban daerah dan persoalan hukum baru. Sebab, tahun 2015 ini tahun transisi pergantian Bupati Beltim dan masa jabatan Bupati periode 2010-2015 efektif tinggal 4 bulan lagi.

“Kami mohon pihak DPRD Beltim merespon adanya kejadian seperti ini. Dan kami meminta Bupati agar fokuslah pada kewajiban-kewajiban di akhir masa jabatan ini serta pelaksanaan program wajib pemerintahan. Seperti segera menyerahkan LKPJ anggaran 2014 serta LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) Persoalan daerah ini tidak akan selesai di tuntaskan dalam waktu 4 bulan kedepan, dan kesempatan 5 tahun kebelakang sudah diberikan,”pinta Rudi.
Sementara itu, Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono mengatakan dirinya secara pribadi menilai sudah layak jika alur Sungai Manggar dan kolong Bandung River dikeruk. Namun untuk rencana pembangunan Marina Internasional yang merupakan program andalan Bupati Beltim Basuri T Purnama belum tahu menahu.

Sejauh ini Tom  menurut Tom, DPRD Beltim belum pernah sama sekali diberitahukan akan dibangunnya Marina Internasional di Kawasan Kolong Bandung River Desa Baru Manggar.

“Tidak tahu, kami sebelumnya tidak diberitahukan atau duduk bersama untuk membahas akan dibangunnya Marina tersebut. Kami saja tahunya pas kedatangan Pak Menteri kemarin, dan diperjelas lagi oleh Media (Koran, red) lokal pulau Belitung,” aku Tom yang juga mendukung akan adanya Marina Internasional di Beltim. (feb)