Korban Gagal Umroh Ancam Lapor Polisi

by -

lasniar umroh tertunda

*10 Tahun Menabung dengan Kerja di Warung Makan

TANJUNGPANDAN-Sejatinya kesabaran itu tak ada batasnya. Tapi, apa yang dialami oleh seorang ibu warga Aik Raya yang gagal berangkat umroh ini, sudah mulai tipis kesabarannya menyusul janji keberangkatan umroh ke Tanah Suci, tak pernah dipenuhi oleh pihak tour travel sampai saat ini. Jika hingga 31 Maret ini tak berangkat atau uang tak kembali, seoarang ibu yang diketahui bernama Lasniar Suud Said (53 tahun) ini, berniat akan melapor ke polisi alias menempuh jalur hukum.
Informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, Lasniar Suud Said (53) warga Air Raya ini sudah bersabar mengumpulkan uang dan sudah disetorkan. Lasniar hanya satu dari sekian korban travel milik Rusli yang hingga kini nasibnya masih belum jelas. Padahal Lasniar harus bekerja hingga 10 tahun mengumpulkan uang sebagai pembantu di rumah makan. Waktu yang terbilang tidak singkat itu seakan sia-sia jika tidak berangkat umroh. Bahkan ia pernah ditabrak sepeda motor ketika mengumpulkan dana untuk umroh.
“Ngumpulkan duit kurang lebih 10 tahun sebanyak Rp 30 juta. Hasil kerja rumah makan siang malam,” kata Lasniar ditemui ditempat kerjanya di rumah makan di Jalan Diponegoro, Senin (23/3) kemarin.
Biaya umrohnya cukup mahal dibanding  jamaah lainnya. Ia menyetor sekitar Rp 19,5 juta. Uang itu belum termasuk biaya passpor, tiket, dan suntik meningitis dan lain-lain.
Mulanya Lasniar dijanjikan berangkat bulan Maret 2014. Namun tertunda dan dijanjikan kembali akan berangkat bulan Juni 2014 (bulan Ramadhan).  Tapi apa mau dikata, ternyata gagal lagi alias gagal maning.
Lantas, ia kembali dijanjikan bulan Oktober 2014 untuk berangkat, tapi tidak jadi, hingga bulan Desember 2014 belum ada kejelasan. Hingga terakhir yang membuatnya tidak sabar ia akan berangkat tanggal 24 Januari 2015. “Saya sampai pingsan tidak jadi berangkat, saya malu dan perasaan gimana,” kata dia.
Sementara ketika diminta ganti uang, kata Lasniar, Rusli mengatakan, harus cari travel lain jika ingin diganti. Padahal, jika harus mencari uang lagi, Lasniar mengaku tidak mungkin lagi dalam waktu cepat.
Namun kini harapan pergi umroh sudah dikubur. Kepada wartawan ia mengaku sudah enggan berangkat lagi untuk umroh. Tapi, jika sampai akhir bulan ini tidak ada kejelasan berangkat atau uang kembali, ia mengancam akan mengambil jalur hukum. “Kami tidak mau lagi berangkat, nomor satu minta kembalikan. Tanggal 31 Maret ini kami akan ke polisi,” ancamnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, (19/3), sebanyak 98 orang jumlah calon jemaah umroh di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur hingga kini masih terkatung-katung nasibnya. Padahal, jamaah yang terdaftar di Kantor Cabang PT Linus Belitung sejak tahun 2013 sampai 2015 itu sudah memenuhi kewajiban membayar biaya umroh.
Tidak jelasnya jadwal keberangkatan mereka dalam rangka ibadah umroh di Mekkah Al-Mukarromah itu memunculkan “kegeraman” dari sejumlah jamaah. Sebab, mereka merasa sudah membayar biaya umroh. Bahkan, sebelumnya sempat dijanjikan akan berangkat sampai dua kali, meski akhirnya gagal terus hingga saat ini.
Tak tahan dengan kondisi yang serba tidak pasti ini, perwakilan calon jemaah umroh Rabu (18/3), mendatangi Kantor Bupati Belitung untuk meminta agar dilakukan mediasi dengan Pimpinan Kantor Cabang PT Linus Belitung H. Rusli. Bupati menyarankan untuk dilakukan pertemuan kedua pihak sebelum menempuh jalan lain (jalur hukum,Red).(ade)