Korban Penganiayaan Membalong Sempat Tangkis Serangan Pelaku Hingga Mengenai Bagian Ini dan Tumbang

by -
Korban Penganiayaan Membalong Sempat Tangkis Serangan Pelaku Hingga Mengenai Bagian Ini dan Tumbang
Ilustrasi Penganiayaan. (ISTIMEWA)

belitongekspres.co.id, MEMBALONG – Kasus penganiayaan berat berakibat meninggal dunia terjadi di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Hal ini diduga akibat sakit hati pelaku bernama Mariadi (24) atas ucapan ibu korban. Korban diketahui bernama Soni Pranata (20). Pelaku dan korban diketahui sama-sama berasal dari Membalong.

“Pelapor (ibu korban) ini punya usaha kelontongan, ada bisnis bensin. Jadi, dia (pelaku) ini sering hutang. Kamu hutang (bensin) setengah`liter, biasalah, kan begitu. Mungkin (pelaku) agak tersinggung, tersimpan terus di benaknya dan malamnya memuncak, akhirnya terjadi (penganiayaan),” ujar Kapolsek Membalong Iptu M Tommy kepada belitongekspres.co.id, Senin (20/1/2020).

Dijelaskan Kapolsek Membalong, pada Sabtu (18/1/2020) malam, sekitar pukul 23.30 WIB, Pelaku pulang dalam kondisi mabuk dan melihat rumah pelapor (Ibu Korban) yang masih terbuka.

Kemudian, lanjut Iptu Tommy, terlintas dalam pikiran pelaku untuk menuju rumah pelapor dan masuk melalui pintu depan.

“Kebetulan pelaku dan korban ini tetangga (kisaran jarak 100 meter). Jadi, pelaku kemudian mengambil senjata berupa pisau dapur yang diambil dari jok motor pelaku di rumahnya,” terang Iptu Tommy kepada belitongekspres.co.id.

Menurut Iptu Tommy, saat di rumahnya, korban sempat menangkis serangan yang dilakukan pelaku hingga tangannya luka. Namun korban tumbang saat pelaku memberikan tusukan ke bagian pinggang hingga mengenai liver korban.

“Intinya saat pelaku menganiaya korban, sempat kepergok anak korban dan teriak, mendengar teriakan (cucunya) langsung ibu korban juga tahu (kejadian),” ujarnya.