Korban Puting Beliung Kini Menjadi 41 Rumah

by -

*Bantuan Terus Berdatangan, Tanaga dan Babinsa Perbaiki Kerusakan

foto A. Bantuan Beras..

Foto A: Salah seorang anggota Tagana Belitung memberikan bantuan berupa beras kepada warga yang rumah rusak diterjang puting Beliung. Inset foto A. Anggota Babinsa sedang memperbaiki atap rumah warga yanga rusak.

SIJUK-Korban bencana alam Puting Beliung, di Kawasan Dusun Air Rembikang Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk terus bertambah. Sebelumnya ada 35 rumah rusak, namun kali ini bertambah menjadi 41 rumah yang berada di kawasan tersebut.

Ketua RT 32 Desa Air Seruk Dusun Rembikang Mirhad membenarkan adanya informasi tersebut. Menurutnya, saat dicek kembali ada beberapa warga yang rumahnya terkena angin setan tersebut belum melapor.

“Keseluruhan korban ada 41. Saat ini, kita masih data. Untuk sementara, para korban yang rumahnya berantakan saat ini masih mengungsi di posko dan di rumah saudaranya yang aman dari peristiwa ini,” ujar Mirhad kepada Belitong Ekspres, Jumat (13/11) kemarin.

Pria yang sehari-hari disapa Pak RT mengatakan, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan. Salah satunya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belitung. Sebanyak puluhan sak beras dan indomie serta selimut tiba di lokasi.

Ketika disinggung mengenai perbaikan atap rumah yang rusak, Pak RT menjelaskan, pihak Tagana (Taruna Siaga Bencana) Kabupaten Belitung, yang masih bertahan. “Puluhan anggota ini masih terus melakukan perbaikan, di rumah-rumah warga yang rusak,” katanya.

Sementara itu, pantauan Belitong Ekspres di lokasi terlihat, puluhan anggota Tagana dan Babinsa setempat bahu membahu memperbaiki rumah warga yang rusak. Selain itu, mereka juga langsung mengirim bantuan di rumah korban bencana ini.

Kordinator Tagana Kabupaten Belitung Mahdani mengatakan, dirinya terus melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sejumlah rumah warga yang rusak. Dijelaskan Mahdani, kendala utama saat ini adalah peralatan dan bahan baku.

“Kita kekurangan seng. Pemerintah, belum mengirim bantuan tersebut. Untuk mengantisipasinya, kami tutup atap rumah warga yang rusak dengan menggunakan terpal,”ujar Mahdani kemarin di sela-sela pembagian sembako.

Dirinya mengaku belum mengetahui hingga berapa lama anggota ditugaskan. Menurutnya, saat ini ia menunggu perintah dari pimpinan pusat. “Kita tetap membantu masyarakat, hingga kondisinya benar-benar stabil,”pungkasnya.

Usai terjadinya angin puting beliung yang mempora-porandakan kawasan tersebut, aliran listrik di lokasi sudah mulai lancar. Hal ini, terlihat beberapa anggota PLN datang ke lokasi dan memperbaiki token-token di rumah warga sekitar.

Alina (40) warga yang rumahnya terkena angin puting beliung ini mengatakan, dirinya mengaku tidur di tempat tersebut meski kondisinya berantakan. “Kami tidak punya saudara, makanya kita tetap bertahan,” katanya. (kin)