KPLB Bakal Terima Award dari PBB

by -

*Melalui Program UNDP dan The Equator Initiative Partnership

TANJUNGPANDAN-Sebuah prestasi sekaligus inspirasi dan penyemangat bagi masyarakat, bakal ditorehkan putra Belitong di kancah internasional. Aktivis lingkungan yang juga founder (pendiri) Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB), Budi Setiawan bakal menerima penghargaan (award) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui United Nations Development Programme (UNDP) dan The Equator Initiative Partnership. Pemberian Equator Prize Award 2015 ini bakal dilangsungkan pada puncak KTT Perubahan iklim di Paris, Perancis 7 Desember 2015.

Budi yang ditemui Belitong Ekspres di markas KPLB, Jalan Hayati Mahim Tanjungpandan, Sabtu (21/11), kemarin membenarkan adanya undangan penerimaan award dari UNDP tersebut. “Iya memang benar, ada surat resmi dari UNDP dan The Equator Initiative Partnership yang kami terima September 2015 lalu. Dan insyaallah kami akan berangkat ke Paris tanggal 23 November 2015 besok bersama salam satu aktivis lingkungan dari Suak Goal Selat Nasik,’’ ujar Budi didampingi aktivis perempuan asal Selat Nasik, Ariana, kemarin.

Menurut Budi, apa yang diraih ini menjadi kebanggaan dirinya dan tim yang selama ini telah berkarya untuk masyarakat. Yang pasti, KPLB sendiri tak mengetahui verifikasi yang dilakukan UNDP perwakilan Indonesia baik secara nasional maupun langsung terjun ke lapangan. “Yang jelas, kami masuk menjadi nominasi dan akhirnya terpilih,’’ ujar Budi yang sebelumnya sudah meminta izin Bupati dengan diwakili Wakil Bupati Erwandi A Rani sebelum berangkat ke Paris.

Dijelaskan, dari program UNDP ini terpilih 1461 nominasi berasal dari 126 negara untuk diapresiasi sebanyak 21 program lembaga. Dalam ajang ini KPLB juga diberi penghargaan berkesempatan untuk sharing knowledge dan memberikan masukan pada kegiatan Joint Community Dialogue Workshop 26 November hingga 9 Desember.

“Kami sadari bahwa apresiasi ini berkat kerja dan kalaborasi yang terbangun selama ini, dengan pemerintah dan masyarakat guna membangun lingkungan yang baik. Serta, menjadikan masyarakat lokal sebagai pihak yang diuntungkan ketika pembangunan berkembang di daerahnya,” papar Budi sembari menyebut, satu lagi komunitas masyarakat yang bakal menerima award program UNDP ini, yakni Komunitas Adat Muara Tae, dari Kalimantan.

Lebih jauh Budi memaparkan, selain Indonesia, sejumlah komunitas dan lembaga swadaya masyarakat yang menerima award datang dari Kamboja, Afghanistan, Iran, Malaysia, Papua Nugini, Brazil, Bolivia, Honduras dan Kongo serta Kenya. “Sebagai bagaian dari elemen pembangunan di Kabupaten Belitung dan Kepualauan Bangka Belitung umumnya, kami sampaikan bahwa kerja-kerja kecil KPLB kami rasakan masih jauh dari sempurna. Syukur Alhamdulillah mendapatkan apresiasi dari lembaga PBB-UNDP dan The Equator Initiative Partnership,’’ ungkapnya.(kin/agu)