KPU Beltim Belum Juga Dapat Kabar dari Pemkab

by -
KPU Beltim Belum Juga Dapat Kabar dari Pemkab
Ketua KPU Beltim Rizal.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – KPU Beltim wajib memastikan petugas PPDP yang akan melaksanakan tahapan Pencocokan dan Penelitian (coklit) terbebas dari Covid-19. Hal ini disampaikan Ketua KPU Beltim Rizal saat dikonfirmasi kejelasan pengajuan pemeriksaan rapid test bagi penyelenggara pemilu kepada Pemerintah daerah Kabupaten Beltim, Kamis (2/7).

“Belum ada (kabar). Rapid tes paling tidak untuk KPU beserta jajarannya. Coklit kami wajib memastikan kawan-kawan PPDP bebas dari Covid-19,” ujar Rizal.

Dengan menyertakan rapid tes bagi PPDP, masyarakat tidak was-was ketika didatangi di rumah. Selain itu, penting bagi semua adalah menjaga penyelenggara dan masyarakat di setiap tahapan pilkada.

“Dari koordinasi dua minggu lalu dengan dokter Hotma Banjarnahor memang pemda tidak mempunyai itu (rapid tes). Adapun yang ada hibah dari pihak ketiga yang jumlahnya terbatas,” kata Rizal.

Menurut Rizal, tahapan coklit Pilkada Kabupaten Belitung Timur 2020 akan dimulai pertengahan Juli 2020. Meski ditengah pandemi, pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020 harus mengutamakan protokol kesehatan.

Rizal membenarkan pihak KPU Beltim sudah bersurat kepada Bupati Beltim dan gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid 19 Kabupaten Beltim terkait permintaan atau mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah untuk melaksanakan rapid test kepada KPU Beltim dan seluruh jajarannya.

“KPU Beltim sudah menjajaki dengan menyusun program anggaran untuk pemenuhan rapid test, tapi untuk menuju tanggal 15 juli itu sudah tidak di mungkinkan untuk mengadakan rapid test. Oleh karena itu kami meminta bantuan dari pemerintah daerah untuk pelaksanaan rapid test,” ucapnya.

Rizal menambahkan, KPU Beltim berkeyakinan pemerintah sudah ada fasilitas rapid test. Mereka berharap Pemerintah daerah dapat memfasilitasi rapid test.

“Ini kan agenda nasional yang akan kami laksanakan dan kami pun menyuratinya dengan pertimbangan dasar-dasar yang jelas ada peraturan menteri dalam negeri nomor 41, ada surat edaran Mendagri nomor 900, ada surat KPU nomor 488 dan itu jelas bahwa kami di minta untuk ke pemerintah daerah untuk memfasilitasi KPU dan Jajarannya untuk rapid test,” ujarnya.

Nantinya setiap petugas PPDP memiliki tugas melakukan coklit sesuai pemilih yang sudah terdaftar di DP4. Satu orang petugas coklit akan menemui kurang lebih sebanyak 500 pemilih. “Kan resiko bisa menjadi penyebar, kalo memang petugas kami itu belum di pastikan kesehatannya. Beda kalo misal hanya di temui satu orang, ini satu orang menemui pemilih hampir 500 satu TPS itu Mata pilih sesuai mata pilih yang ada di DPT,” bebernya.

Ditemui di tempat berbeda Ketua Bawaslu Kabupaten Belitung Timur, Wahyu Epan Yudhistira menyampaikan pihaknya pun sudah bersurat kepada gugus tugas terkait permintaan bantuan rapid test.

“Koordinasi dan komunikasi ke Pemkab Belitung Timur berkenaan dengan fasilitas APD yang Bawaslu Beltim dan jajaran yang di tentukan. Namun juga sampai hari ini juga belum ada penjelasan ketegasan terkait apa yang kami mohon tersebut dari pemkab, melalui gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Belitung Timur termasuk yang kemaren dalam kami sampaikan juga permohonan fasilitasi rapid test,” ujar Epan.

Terkait rapid test untuk jajaran Bawaslu Belitung Timur mempedomani dan menindaklanjuti surat Bawaslu RI yang tertera di surat tersebut. “Sudah kami sampaikan jumlah kebutuhan yang mempresentasikan jajaran Bawaslu beltim, kalau di surat Bawaslu RI itu kan menyampaikan paling tidak ada dua kali rapid test selama masa tahapan Juni sampai Desember,” ujar Epan.

Menurutnya, Bawaslu sudah koordinasi melakukan dengan bersurat tembusan ke DPRD Beltim, guna memastikan bahwa komitmen bersama mensukseskan pilkada serentak tahun 2020 di kabupaten termasuk juga di Kabupaten Belitung Timur.

“Itu sebagai agenda nasional dan itu butuh komitmen bersama untuk mensukseskannya. Jadi peranan para pihak itu menjadi syarat utama tercapainya Pilkada yang demokratis di Belitung Timur,” ujarnya. (msi)

Editor: Yudiansyah