KPU Beltim Catat Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Capai 77,36 Persen

by -
KPU Beltim Catat Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Capai 77,36 Persen
Ketua KPU Beltim, Rizal ST.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – KPU Beltim telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur tahun 2020. Dari sebanyak 89.790 pemilih terdaftar, 69.566 surat suara digunakan dengan 20.224 surat suara tidak digunakan.

“KPU Beltim kemarin tanggal 13 sudah melaksanakan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur tahun 2020,” ungkap Ketua KPU Beltim, Rizal ST, Senin (12/14) kemarin.

Adapun tingkat kehadiran pemilih di TPS pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur tahun 2020 mencapai 77,36 persen. Pencapaian ini memang tidak memenuhi target KPU RI yang menetapkan partisipasi sebesar 77,50 persen.

“Kami juga sudah mencatat suara sah dan tidak sah maupun jumlah kehadiran pemilih. Nah dari situ dapat kita simpulkan, uraikan bahwa kehadiran pemilih dibanding jumlah DPT 89.790 pemilih, kami menghitung partisipasi pemilih pada pemilihan mencapai 77,36 persen,” ujar Rizal.

“Angka ini belum menyamai target partisipasi nasional yang sudah ditetapkan KPU RI yaitu sebesar 77,5. Kita dapat melihat ada beberapa faktor terkait jumlah kehadiran pemilih yang hanya mencapai 77,36,” imbuhnya.

Pertama, kata Rizal, pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya sama sekali alias golput. Kemungkinan, pemilih golput karena tidak ingin memilih atau tidak ada pilihan. “Kita hargai masyarakat Beltim dengan keputusannya seperti ini karena memilih merupakan hak setiap warga negara untuk menyalurkan hak pilihnya pada pesta demokrasi, pileg maupun pemilihankepala daerah,” jelas Rizal.

Kedua, faktor non alam yakni pandemi Covid-19 yang membuat pemilih enggan datang ke TPS karena khawatir. Namun Rizal menegaskan KPU Beltim sejak awal telah melakukan sosialisasi pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kepada masyarakat luas bahwa pemilihan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami sudah menyampaikan logistik terkait protokol kesehatan dan APD kepada seluruh TPS yang ada sesuai dengan PKPU dan juknis terkait pelaksanaan prokes pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara,” ujar Rizal.

Ia mengakui, KPU telah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait tahapan pemungutan dan penghitungan di TPS karena pelaksanaannya secara ketat. Menurutnya, banyaknya cluster baru di Kabupaten Belitung mungkin saja menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran masyarakat ketika melaksanakan pemungutan dan penghitungan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.

“Tetapi kita bisa lihat kemarin (hari pemilihan) bahwa TPS relatif sepi. Setelah mereka (pemilih) sampaikan suara di bilik mereka langsung pulang, tidak ada kerumunan massa. Saya pribadi sempat khawatir ketika monitoring ke TPS, kok sepi. Tapi setelah di konfirmasi ke petugas KPPS yang mendata kehadiran, itu luar biasa antusias semua diatas 70 persen ketika menjelang siang,” urai Rizal. (msi)