KPU Beltim Teken MoU Dengan IDI

by -
KPU Beltim Teken MoU Dengan IDI
Foto bersama usai penandatanganan kesepakatan bersama antara KPU Beltim dan IDI Beltim, Senin (31/8).

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Komisi Pemilihan Umum Belitung Timur (KPU Beltim) menandatangani kesepakatan bersama (MoU) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Beltim untuk pelaksanaan sub tahapan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Beltim tahun 2020. Kesepakatan tersebut meliputi konsultasi kesehatan bagi bakal pasangan calon dan penunjukan rumah sakit rujukan pemeriksaan kesehatan.

Seusai penandatanganan, Ketua IDI Kabupaten Beltim, dr Rudi Gunawan menyatakan, keikutsertaan IDI dalam sub tahapan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Beltim dikarenakan IDI adalah bagian dari KPU.

“Prinsipnya sama, kita melayani, kita membantu bakal calon (balon) pasangan bagaimana supaya bisa kita antarkan untuk mengikuti Pilkada secara baik dan benar. Disinilah kita yang akan mendampingi, kalau ada masalah kesehatan atau apa konsultasinya ke kita,” ungkap dr Rudi, Senin (31/8).

Mengapa diperlukan IDI sejak awal sebelum pemeriksaan, dr Rudi mengatakan, hasil pemeriksaan di rumah sakit yang ditunjuk tidak dapat diulangi kembali setelah setelah serangkaian tes dilaksanakan bagi setiap bakal calon.

“Kalau sudah hasil pemeriksaan di RSPAD, sudah hasil final, jadi tidak bisa diubah. Tidak ada pemeriksaan kedua. Jadi fungsi kita disini adalah membantu, makanya sebaiknya kalau ada calon yang bermasalah kesehatannya, jadikan kami dokter nya,” kata dr Rudi.

Sementara itu, Ketua KPU Beltim Rizal membenarkan kehadiran IDI selama sub tahapan pencalonan sangat strategis. Hal ini pun telah diatur dalam PKPU maupun juknis yang telah dibuat KPU Beltim.

“Ini amanah PKPU dan juknis yang kami buat bahwa IDI punya peran sangat penting karena IDI lah yang mengetahui atau memahami standar kesehatan untuk pemeriksaan bakal calon ini. Selain memahami teknis pemeriksaan, IDI lah yang memahami rumah sakit mana yang memenuhi standar terkait tempat dimana kita melakukan pemeriksaan kesehatan,” jelas Rizal.

Sebagai penyelenggara teknis pemilu, KPU kata Rizal sama sekali tidak mengetahui bagaimana riwayat kesehatan calon. “Sebab itu IDI kita libatkan agar pelaksanaan pilkada kedepan bakal calonnya memang kesehatannya benar-benar hasil baik dan dapat melaksanakan tugas tanggungjawab selama 5 tahun kedepan sebagai Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.

Rizal juga memastikan KPU Beltim akan mengikuti rekomendasi IDI terkait rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat pemeriksaan kesehatan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Beltim.

“IDI Beltim sudah merekomendasikan kepada KPU yaitu RSPAD Jakarta yang menjadi rujukan pemeriksaan kesehatan para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Beltim 2020. Kami pun sudah menindaklanjuti dengan keputusan yaitu memutuskan RSPAD sebagai tempat untuk melaksanakan pemeriksaan para bakal calon,” tukasnya. (msi)