Kreatif, SMAN 1 Membalong Sulap Plat Bekas Koran Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi

by -
Kreatif, SMAN 1 Membalong Sulap Plat Bekas Koran Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi
Foto bersama usai peresmian proyek karya seni SMAN 1 Membalomg, yang berjudul “Kreasi Metal Quilling Signage Outdoor “

belitongekspres.co.id, MEMBALONG – Produktivitas SMA Negeri 1 Membalong di tengah pandemi Covid-19 patut dicontoh oleh sekolah-sekolah di Pulau Belitung. Bagaimana tidak, di tangan siswa-siswinya, plat bekas percetakan koran ‘disulap’ menjadi karya seni bernilai tinggi.

Proyek karya seni berjudul “Kreasi Metal Quilling Signage Outdoor “ diresmikan langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Bangka Belitung, Adi Zahriadi M,Si. Prosesi peresmian berlangsung dengan penandatangan prasasti dan juga pemotongan pita.

Adi mengatakan karya seni ini selain indah juga memiliki potensi bisnis yang besar untuk para siswa setelah lulus nanti. Dia juga berharap agar lulusan SMAN 1 Membalong bisa menjadi cikal bakal pelaku industri kreatif di tengah geliat wisata di Belitung.

Sebelumnya, selama dua bulan lebih para siswa kelas 12 Program MIA dan IIS terlibat dalam proses pembuatan proyek pembelajaran yang merupakan tugas akhir kelompok mata pelajaran Seni Budaya tersebut.

Guru Seni Budaya SMAN 1 Membalong Yolly Rizky Afrianto, S.Pd menuturkan, sudah menjadi tradisi di sekolah jika siswa tingkat akhir sebelum kelulusannya diwajibkan membuat karya seni. Karya mereka akan dipersembahkan ke pihak sekolah untuk tujuan dekorasi atau menambah keindahan sudut sudut sekolah.

Kata dia, yang berbeda pada tahun ini adalah tugas akhir kelompok dikemas dengan model pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan kolaborasi antara siswa, pihak sekolah dan pihak ketiga (pemborong). Yaitu, mereka membuat karya seni Kreasi Metal Quilling Signage Outdoor.

Siswa kelas 12 sebagai pembuat hiasan huruf timbul berukuran besar (Signage) yang dibuat dari bahan utamanya adalah lempengan/plat alumunium bekas yang biasa dipakai dalam proses percetakan surat kabar (koran).

“Untuk pihak sekolah berperan sebagai pemberi tender proyek sekaligus sponsor dana. Sedangkan pihak pemborong melakukan pekerjaan pembuatan dinding hias untuk nanti tempat Signage diletakkan,” ujar Yolly dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/3).

Proses pembuatan Signage atau huruf timbul bertulisan SMAN 1 MBL dan I Love MBL sendiri dibuat dengan berbagai tahapan, yang seluruhnya menggunakan tangan dan alat sederhana. Dimulai dari proses persiapan bahan, yakni plat alumunium dibersihkan dari sisa tinta yang membekas.

Kemudian plat alumunium dipotong-potong memanjang lalu diwarnai dengan cat aeorosol/cat semprot. Setelah potongan plat itu berwarna warni, selanjutnya adalah proses pembentukan menjadi gulungan-gulungan (quilling) dengan variasi bentuk yang mengikuti desain yang sudah dibuat.

“Istilah Metal Quilling sendiri terinspirasi dari kerajinan Paper Quilling, di mana potongan potongan kertas beraneka warna digulung dengan pola tertentu dan menghasilkan karya seni yang indah dan unik,” jelas Yolly Guru Seni Budaya ini.

Namun, kali ini bukan kertas yang menjadi medianya melainkan logam tahan karat yaitu alumunium. Setelah gulungan-gulungan plat terpasang indah di atas papan kayu yang sudah dibentuk huruf-huruf, selanjutnya dipasang ke besi penyangga, dan akhirnya dipasang di dinding hias yang sudah dibuat oleh pemborong.

Kepala SMAN 1 Membalong, Sudiyono S,Pd merasa bangga dengan adanya proyek seni yang tercipta dari kerja keras siswa, guru, dan sekolah. Ia berjanji akan mendukung terus kegiatan yang bersifat inovasi dan bermanfaat bagi kemajuan sekolah.

Kehadiran Karya Seni Signage selain menambah keindahan, tentu juga akan menjadi magnet bagi warga sekolah dan masyarakat luar untuk berswafoto di spot-spot baru ini, yang kemudian diunggah lewat akun sosial medianya. Dengan demikian, nantinya citra SMAN 1 Membalong akan semakin terangkat di tengah masyarakat Belitung. (*)