Kritis, Ekonomi Babel Siaga Satu!

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG-Terjun bebasnya perekonomian di Bangka-Belitung (Babel) saat ini mulai memasuki masa kritis. Bahkan diakui Wakil Gubernur (Wagub) Hidayat Arsani perekonomian Babel sudah memasuki tahap siaga satu. Sehingga dibutuhkan perhatian serius semua pihak agar perekonomian cepat kembali normal.
“Ekonomi Bangka saat ini sudah terancam, dan situasinya sudah masuk siaga satu. Saya harap unsur muspida, Lanal, dan semua dapat mengatasi ini karena kita tahu pertimahan Babel belum merdeka, masih dijajahi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kalau ekonomi hancur otomatis kriminalitas meningkat,” ujar Wagub Selasa (3/1) kemarin usai menghadiri pisah sambut Dandrem 045 Gaya.
Lemahnya perekomian ini indikatornya kata Wagub, terlihat dari menurunnya tingkat penerbangan di Babel yang sebelumnya 12 kini hanya 18 kali sehari. Untuk menghadapi situasi ini, salah satu yang akan dilakukan Ia meyakinkan, Pemprov Babel akan menegakkan disiplin dan mengurangi korupsi. Saat ini kata dia, Pemprov sudah berhasil mensurplus PLN. “Surplus PLN kita sudah 35, kita sudah genjot Babel agar tidak mati lagi, nanti akan kita tambah 45 lagi agar surplusnya naik 75. Dan saya akan tantang karena ini kerja keras saya siang malam ke Merawang sana,”ungkapnya.
Untuk mengatasi perekonomian sulit ini, Wagub berharap semua kepala daerah dan DPRD duduk bersama guna membahas dan menyelesaikan permasalahan tersebut. “Para Bupati dan DPRD harus duduk bersama untuk melawan penzoliman ekonomi ini, dan semoga ini cepat berakhir,” tandasnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Babel mencatat Desember 2014 timah masih tetap menjadi komuditi ekspor terbesar yaitu berperan 83,28 persen dibanding ekspor nontimah yang hanya berperan 16,72 persen.
Tujuan utama ekspor timah Singapura mencapai 1.029,18 juta dolar Amerika Serikat (74,75 persen) dari keseluruhan ekspor timah, kemudian Belanda 133,97 juta dolar AS (9,73 persen), Jepang 65,20 juta dolar AS (4,74 persen), Amerika Serikat 40,45 juta dolar AS (2,94 persen) dan India 31,97 juta dolar AS (2,32 persen).”Kontribusi kelima negara tersebut mencapai 94,48 persen dari total ekspor timah Babel,” kata Kepala BPS Babel, Herum Fajarwati, Selasa (3/2) kemarin.
Ia mengatakan, jika dibanding bulan sebelumnya yaitu November 2014 terjadi peningkatan ekspor timah yaitu dari 9,51 juta dolar AS menjadi 168,78 juta dolar AS. Sementara itu, pada total ekspor nontimah berperan 16,72 persen. Komoditi utama penyumbang ekspor nontimah yaitu golongan minyak atau lemak hewani dan nabati sebesar 174,2 juta dolar AS atau 63 persen terhadap total ekspor nontimah.
Selanjutnya, golongan kopi, teh dan rempah 47 juta dolar AS (17 persen), berbagai barang loga dasar 22,3 juta dolar AS (8,1 persen), karet dan barang-barang dari karet 13,7 juta dolar AS (5 persen), golongan barang berbagai produk kimi 8,1 juta dolar AS (2,9 persen).”Kontribusi kelima golongan tersebut mencapai 96 persen dari total ekspor nontimah Babel,” ujarnya.
Ia mengatakan, apabila dibanding Desember dengan November 2014 maka akan terlihat bahwa terjadi penurunan ekspor nontimah pada lima golongan tersebut dari 21,95 menjadi 18,91 juta dolar AS.”Ekspor terbesar yaitu golongan minyak lemak hewani dan nabati sebesar 13,2 juta dolar AS, golongan kopi teh dan rempah-rempah 2,7 juta dolar,golongan berbagai produk kimia 1,0 juta dolar AS dan karet serta barang-barang dari karet 0,7 juta dolar AS, sedangkan pada Desember 2014 tidak ada pengiriman berbagaibarang logam dasar,” ujarnya.(eza/ant)

Baca Juga:  Ibrahim : Publik Menunggu Debat Berikutnya

Rate this article!
Tags:
author

Author: