KUA Kelapa Kampit Kampanye Antisipasi Kasus Pernikahan Dini

Kegiatan kampanye Stop Pernikahan Dini oleh KUA Kelapa Kampit pada siswa SMAN 1 Kelapa Kampit (ist).

Kegiatan kampanye Stop Pernikahan Dini oleh KUA Kelapa Kampit pada siswa SMAN 1 Kelapa Kampit (ist).

belitongekspres.co.id, KELAPA KAMPIT – Tingginya kasus pernikahan dini di berbagai wilayah di Kabupaten Beltim merupakan masalah serius yang harus diantisipasi sejak awal. Apalagi kebanyakan kasus pernikahan dini, disebabkan pergaulan bebas remaja yang menjadi sumber masalah sebenarnya.

RajaBackLink.com

Pentingnya menghindari pernikahan dini menjadi salah satu perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Kelapa Kampit. Dipadu dengan kegiatan berbuka puasa bersama siswa SMAN 1 Kelapa Kampit, Jum’at (17/5) KUA Kelapa Kampit mengkampanyekan Hindari Nikah Dini, bertempat di Aula SMAN 1 Kelapa Kampit.

Kegiatan dihadiri sekitar 155 siswa dan para guru. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi Stop Perinikahan Dini yang dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Babel pada tanggal 28 April 2019 lalu. Mengingat Indonesia menduduki peringkat kedua kasus pernikahan dini se-asia tenggara dan Propinsi Babel menduduki peringkat keempat kasus pernikahan dini se-Indonesia.

Baca Juga:  'Surat Sakti' Legalkan TI Rajuk di DAS Berakhir

Kegiatan ini juga bagian dari program perdana habituasi akhlaq yang digagas KUA Kelapa Kampit. Selain itu, penting untuk mengembangkan pemahaman siswa yang tidak diperoleh dalam mata pelajaran sekolah. Disini menggunakan strategi pembelajaran andragogis berbeda dengan sekolah yang pedagogis.

“Program kemitraan ini merupakan upaya habituasi akhlak siswa. Kedepan juga akan dijalin program kemitraan serupa dengan baik dengan lembaga pendidikan formal, non-formal, dan informal se-Kecamatan Kelapa Kampit, sesuai dengan PMA Nomor 34 tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja KUA Kecamatan Pasal 3 ayat (1) dan (2),” ungkap Kepala KUA Kelapa Kampit, Mohammad Aminollah, M.SI.

Materi yang disampaikan seputar dunia dunia remaja. Cinta, Pacaran dan Nikah. Materi ini dipilih bukan sekadar karena dekat dengan dunia anak SMA, namun juga karena dikaji dari perspektif yang berbeda bahkan mungkin belum terlintas dalam benak mereka. Seperti tentang konsep jatuh cinta yang akrab dengan keseharian mereka, didalami lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas sehingga bijak dalam menyikapi emosi dan cinta.

Baca Juga:  Safari Ramadhan, Camat dan Danramil 'Go Green' Bukulimau

“Menjadi lebih menarik karena penyampaian materi dua arah dengan metode presentasi melalui slide dan diskusi interaktif. Sehingga siswa disini aktif dalam mengekpresikan pemahamannya,” kata Aminollah.

Menurutnya, bila semua program dapat terlaksana maka tentu berdampak bukan hanya pada tataran ontologis tapi juga aksiologis pada arah pembentukan akhlak siswa.

Sementara itu, Fajar Dinata, S.Pd.I selaku guru PAI memberikan apresiasi pada KUA Kelapa Kampit yang telah mengangkat tema yang pas tuk siswa sekolah. Ia berharap program kemitraan tersebut konsisten dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi instansi dan lembaga yang lain terutama yg berhubungan langsung dengan permasalahan remaja.

Menurutnya kegiatan tersebut dapat menanamkan gairah mengejar prestasi dan menghindari hal-hal yang menyebabkan nikah dini. Sejumlah siswa sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyatakan banyak pemahaman baru yang didapat dan metode belajarnya sangat aktif. Mereka berharap semua materi pelajaran dapat didorong dengan kegiatan seperti ini. (msi)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply