Kunjungi Dispen TNI AU, Komisi III DPRD Beltim Perjuangkan H.AS Hanandjoeddin Sebagai Pahlawan Nasional 

by -
Kunjungi Dispen TNI AU, Komisi III DPRD Beltim Perjuangkan H.AS Hanandjoeddin Sebagai Pahlawan Nasional 
Suasana pertemuan DPRD Beltim dan Sespenau TNI AU dan jajaran di Mabes TNI AU, Rabu (6/16). Ist

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Semangat dan upaya memperjuangkan tokoh pejuang asal Pulau Belitung, yaitu HAS Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional masih terus berlanjut.

Kali ini, rombongan anggota DPRD Beltim yang dipimpin Ketua Komisi III Jafri menyambangi Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara di Jakarta, Rabu (6/16). Ikut serta dalam rombongan, penulis buku Elang Hiril Anderson serta pejabat terkait seperti Kepala Dinas Perpustakaan Beltim Amirudin.

Dihubungi Belitong Ekspres, Ketua Komisi III DPRD Beltim Jafri menjelaskan kunjungan mereka ke Dinas Penerangan TNI AU bertujuan meminta dukungan untuk melengkapi dua syarat yang kurang dalam proses pencalonan HAS Hanandjoeddin sebagai pahlawan nasional.

Ia mengatakan proses pengajuan gelar sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2017 bersama dengan DPRD Belitung. Namun, di tahun 2019 Kementerian Sosial menyatakan status pahlawan atas putra Belitung tersebut ditunda karena dua syarat yang belum lengkap.

Dua syarat tersebut yaitu pertama data perjuangan HAS Hanandjoeddin semasa berdinas aktif di Angkatan Udara serta data saat bergerilya di Jawa Timur. Kedua yaitu data uraian mengenai perjuangannya dan peran HAS Hanandjoeddin ketika menjabat Bupati Belitung.

Karena itulah mereka meminta dukungan dari TNI AU untuk membantu melengkapi hal tersebut. Sebagai tambahan, Jafri mengatakan juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Malang mengenai kelengkapan dokumen ini.

“Alhamdulillah tadi kedatangan kami diterima dari Sekretaris Dinas Penerangan Mabes TNI AU Kolonel Sus Budi Eko Pratomo. Beliau mendukung kami 100 persen untuk mengupayakan kelengkapan dokumen tersebut,” ujar Jafri.

Jafri mengatakan HAS Hanandjoeddin patut dijadikan pahlawan nasional karena jasa-jasanya atas kemerdekaan Indonesia. Terlebih karena dia merupakan putra asli Belitung kelahiran Badau. Ia juga pernah menjadi Bupati Belitung dari tahun 1967 sampai 1972.

“Ke depan kami juga akan mengunjungi Malang untuk mendapatkan uraian data yang diperlukan. Kita berharap dengan lengkapnya data-data yang diminta maka bisa mempercepat proses pemberian gelar pahlawan nasional ini kepada H.A.S. Hanandjoeddin,” harap Jafri. (msi)