Kunjungi Kawasan Wisata Penyusuk

by -

/’Bupati Datang, KPI Menghilang

BELINYU – Enah kebetulan atau memang disengaja, ketika Bupati Bangka, Ir H Tarmizi Saat MM mengunjungi pulau Putri dan Lampu di kawasan Pantai Penyusuk, Kapal Isap Produksi (KIP) yang biasanya seliweran di sekitar pantai, padah hari itu, Minggu (13/9) menghilang. KIP yang beroperasi di sana menjauh kemudian tak terlihat.
Bupati pada kunjungan ditemani oleh Wakil Bupati Bangka Rustamsyah, Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana SIK, Sekda Bangka Feri Isani MM serta para kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bangka. Rombongan mengunjungi pulau tersebut dalam rangka melihat potensi wisata yang akan dikembangkan di Kecamatan Belinyu.
“Karena saat ini saya dapat informasi sudah banyak wisatawan baik lokal maupun luar negeri yang datang ke pantai ini. Setelah kunjungan ini akan kita lihat apa yang bisa dikembangkan untuk memajukan kawasan wisata ini,” kata Tarmizi Saat kepada Babel Pos dan sejumlah wartawan di Pulau Putri Pantai Penyusuk Belinyu Minggu (13/9).
Di sisi lain kata Tarmizi potensi perikanan juga akan menjadi perhatian. Termasuk keluhan para nelayan pada aktivitas pertambangan yakni KIP. “Harus disikapi,” katanya.
Sebab hasil pertambangan menopang pendapat daerah serta negara. Tetapi pertambang yang benar yakni pertambangan yang ramah lingkungan. “Jadi kalau pertambangan tersebut merusak lingkungan, mengangu aktivitas nelayan akan kita geser ke lokasi lain yang potensial tetapi tidak menganggu aktivitas nelayan dan kegiatan pariwisata serta kegiatan ekonomi masyarakat lainya,” tandas Bupati.
Tarmizi menghimbau kepada para pengusaha kapal isap untuk, tidak melanggar titik koordinat pertambang sesuai perizinan sehingga tidak menganggu aktivitas nelayan dan kegiatan pariwisata.  Serta kegiatan ekonomi masyarakat lainya. “Masukan dari masyarakat menginginkan keberadaan kapal isap menjauh dari kawasan Penyusuk kita hargai. Dan meminta ke pihak pengusaha kapal isap untuk bergeser menjauh dari kawasan wisata pantai Penyusuk ini,” tandas Tarmizi.
Tarmizi menegaskan, hasil kunjungan ke pulau Putri dan Lampu, berkaitan juga dengan melihat kawasan pertambangan milik Pemkab Bangka dan IUP PT Timah tempat beroperasinya KIP. “Kalau masuk kawasan wisata, lokasi pertambangan akan kita geser, kita perbaiki, dan bisa kita revisi perizinanya, aturannya dengan mengajukan saran ke pihak Pertambangan Pemrov Babel melalui gubernur nantinya,” tukasnya.(dee)