Laba PT Timah Naik 10,25%

by -

*Jajaran Direksi Tetap, Dewan Komisaris Ada Perombakan

JAKARTA-Kinerja PT Timah (Persero) Tbk di tahun 2014 memperlihatkan kondisi yang prospektif di masa mendatang. Sebab, pada Laporan Keuangan konsolidasi tahun buku 2014,  PT Timah (Persero) Tbk mampu meningkatkan laba sebesar 10,25 persen dibanding tahun sebelumnya. Tercatat laba bersih per Desember tahun 2014 sebesar Rp 637 miliar atau Rp 86 per saham.
Pencapaian kinerja perusahaan BUMN itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Sukrisno
kepada wartawan usai acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)  Tahunan PT Timah (Persero) Tbk di Hotel Borobudur, Kamis (26/3), kemarin.
Pada RUPS kemarin, perusahaan juga memutuskan untuk memangkas jumlah dividen pada tahun ini, mengingat perusahaan berencana untuk merealisasikan beberapa proyek yang diharapkan bisa meningkatkan pendapatan PT Timah ke depannya.
“Untuk tahun ini, kami membagikan dividen sebesar 30 persen dari laba bersih tahun 2014 sebesar Rp 637,96 miliar. Sedangkan sisanya menjadi cadangan perusahaan karena akan ada banyak pengembangan yang kami lakukan di tahun ini,” ujar Direktur Utama PT Timah Sukrisno, di Jakarta, Kamis (26/3).
Dijelaskan, pada tahun ini, PT Timah membagikan dividen sebesar Rp 191,39 miliar dengan rincian dividen tunai kepada negara sebesar Rp 124,4 miliar dan kepada publik sebesar Rp 66,98 miliar. Apabila dibagi per lembar saham, maka nilai dividen mencapai Rp 25,7 per lembarnya.
Angka pembagian dividen ini, lanjut Sukrisno,  lebih kecil dibandingkan tahun lalu, di mana pada saat itu RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 283,29 miliar atau sebanyak 55 persen dari laba bersih tahun 2013 yang mencatat angka Rp 515,07 miliar.
“Dengan pembagian dividen sebesar 30 persen, artinya kami mencadangkan dana sebesar 70 persen dari laba bersih yang nantinya digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek yang sedang kami lakukan untuk menambah pendapatan perusahaan,” paparnya.
Di sisi lain dalam rapat tersebut juga memutuskan susunan pengurus dewan komisaris baru. Yaitu Komisaris Utama Fachri Ali, Komisaris Independen Suhendro dan Emron Pangkapi, serta Komisaris Eko Prasojo, Erfi Triassunu, dan Mochtar Husein. Sementara jajaran direksi tidak ada perubahan.

“Pengurus tidak ada perubahan di direksi dan tetap seperti semula,  sedangkan komisaris ada perubahan,” kata Sukrisno.
Juga hadir dalam RUPS tersebut Direktur SDM dan Umum Abrun Abubakar, Direktur Niaga Dadang Mulyadi, Direktur Keuangan Ahmad Rosidi, Direktur Operasi Produksi Ahmad Subagja, Direktur Pengembangan Usaha Purwijayanto dan Sekretaris Perusahaan Agung Nugroho. (ade)