Label Produk Pangan Dicetak Sablon

by -

//Disperindag Tak Berdaya

PANGKALPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melarang label produk pangan menggunakan sablon, karena dapat mengganggu kesehatan masyarakat di daerah itu. “Minyak bahan kimia sablon pada label lama-kelamaan akan mencair dan menyerap ke dalam makanan, sehingga akan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya,” kata Kabid IKM Disperindag Kepulauan Babel, Riza Aryani, Selasa (8/9).
Ia mengatakan saat ini masih banyak label produk pangan menggunakan sablon yang dicetak langsung di plastik kemasan, sehingga makanan tersebut akan terkontaminasi bahan baku sablon tersebut. “Konsumen bisa keracunan makanan dan lama-kelamaan menimbulkan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker, ginjal dan lainnya,” ujarnya. Ia mengaku belum bisa menertibkan produk pangan yang masih menggunakan sablon, karena belum adanya peraturan tentang larangan menggunakan sablon.
“Kita hanya bisa melakukan pembinaan, pendidikan dan pemahaman pelaku industri kecil menengah dalam mengemas produknya. Jangan sampai produk yang dihasilkan mengadung racun karena terkontaminasi bahan baku sablon kemasan produk tersebut,” ujarnya. Menurut dia kemasan yang aman untuk makanan menggunakan stiker dan tidak dicetak langsung diplastik kemasan, sehingga makanan tersebut berkualitas dan menyehatkan konsumen.
“Dalam waktu dekat ini kita mengelar sosialisasi larangan label menggunakan sablon dan menganjurkan pelaku IKM menggunakan stiker yang telah dicetak,” ujarnya.(ant/rb)