Labmini KPPBC Diharapkan Bisa Permudah, Permurah, dan Percepatan bagi Ekspor CPO

by -
Labmini KPPBC Diharapkan Bisa Permudah, Permurah, dan Percepatan bagi Ekspor CPO
Suasana saat didalam Labmini KPPBC TMP C Tanjungpandan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryoni, meresmikan Labmini Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Tanjungpandan, Kamis (6/2/2020).

Kepala KPPBC TMP C Tanjungpandan, Jerry Kurniawan, mengatakan, labmini tersebut saat ini hanya untuk komoditi Crude Palm Oil (CPO) saja dengan harapan bisa mendorong percepatan pada ekspor.

“Jadi diharapkan proses ekspor ini bisa lebih mudah, cepat dan murah. Sekarang memang baru untuk CPO, mudah-mudahan ke depan bisa dikembangkan untuk komoditi lainnya,” sebutnya.

Disebutkannya pula, dengan adanya labmini ini tentunya bisa memudahkan para eksportir untuk ke depannya. Apalagi untuk urusan tersebut tidak perlu lagi ke Jakarta atau Medan atau ke surveyor. Dengan demikian cukup datang saja ke Kantor Bea Cukao Tanjungpandan dengan biaya Rp.0 (gratis).

“Sebelumnya para eksportir harus ke surveyor sebelum melakukan kegiatan ekspor. Proses tersebut tentunya membutuhkan waktu dan biaya yang lebih mahal. Bahkan jauh sebelum aturan tersebut muncul, eksportir harus ke Jakarta atau Medan mendatangi laboratorium bea cukai,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 17 Tahun 2019 yang mencabut aturan tahapan verifikasi dan penulusuran teknis barang komoditi CPO yang harus melalui surveyor dan kewenangannya dialihkan ke kantor bea cukai.

“Di Belitung ini sudah ada, jadi harapnya lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat. Jadi bisa bersaing di pasar global. Biaya lebih murah, jadi bisa bersaing. Tujuannya membantu masyarakat berusaha,” harapnya.

Aapalagi di Belitung, lanjutnya, untuk ekspor CPO cukup lumayan besar.

“Sekali ngirim itu tanker, sementara satu tahun itu beberapa kali pengiriman dan setiap bulannya hampir ada, jadi nilai rupiahnya cukup besar. Jadi kita bantu memfasilitasi sehingga kegiatan ekspor CPO dan turunannya ini bisa lebih lancar,” tukasnya. (fg6)

Editor: sue