Lada Beltim Memungkinkan Penuhi Permintaan Ekspor

by -
Harga Lada Naik Jadi Rp48 Ribu Perkilogram
Ilustrasi petani lada.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Hingga akhir tahun 2020, luas areal tanaman lada di Kabupaten Beltim mencapai 3.798,08 hektar. Luas areal tersebut dihitung berdasarkan tanam ulang, tanam baru dan pengurangan tanaman. Dari luas tersebut, tanaman belum menghasilkan mencapai 1.381,95 hektar, tanaman menghasilkan 2.097,49 hektar dan tanaman tidak menghasilkan/rusak seluas 319,65 hektar.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim, Marlina mengungkapkan, produksi lada hingga akhir tahun 2020 mencapai 1.698.431,60 kilogram atau rata-rata hasil perhektar mencapai 868,42 kilogram. “Jumlah petani pekebun pada akhir tahun 2020 mencapai 5.127 KK dan 15 badan milik usaha,” ujar Marlina, Jum’at (1/22).

Marlina menjelaskan, bantuan bagi petani lada tahun 2020 hanya berupa intensifikasi tanaman lada berupa pupuk untuk 500 hektar melalui APBN. Pupuk tersebut akan dibagikan kepada 26 kelompok tani yang terdata sebagai Calon Petani Calon Lahan (CPCL) usulan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Beltim.

Ia mengakui, intensifikasi tanaman lada berupa pupuk cukup membantu pemenuhan kebutuhan pupuk petani ketika harga pupuk non subsidi relatif mahal. “Dengan harga jual lada yang rendah, harga pupuk non subsidi sulit terjangkau petani lada. Kalau harga mahal, mungkin tidak ada kendala (penyediaan pupuk) bagi petani,” katanya.

Marlina mengatakan, intensifikasi tanaman lada usulan tahun 2020 rencananya akan direalisasikan pada April 2021. Pupuk akan dibagikan sesuai kebutuhan kelompok dan luas lahan. “Ini (pupuk) merupakan usulan dari para petani lada, yang diakomodir dari Dinas Pertanian melalui Provinsi Bangka Belitung,” ujar Marlina.

Dia menambahkan pada tahun 2020, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur juga melaksanakan kegiatan budidaya tanaman lada dan sekolah Pengendalian Hama Terpadu. Hal ini guna meningkatkan produksi dan mencegah penyakit tanaman lada.

Sementara itu, terkait rencana survei pengusaha lada ke Belitung dalam waktu dekat, Marlina menyatakan dukungannya. Sebab selama ini, petani lada Kabupaten Belitung Timur menjual hasil lada ke Tanjungpandan.

Marlina mengungkapkan, dengan luasan area tanaman lada di Beltim cukup memungkinan untuk memenuhi permintaan ekspor. “Kalau melihat luasan, sepertinya bisa (mendorong ekspor) jika benar-benar terealisasi (wacana ekspor lada),” tutup Marlina. (msi)