Lagi, 4 Remaja Tertangkap Ngaibon

by -

*Kesbangpol Siap Berikan Pembinaan dan Pendampingan

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

Kasi Koordinasi pencegahan dan penanggulangan narkoba Beltim, Syahrizal saat memberikan pembinaan, kepada empat orang remaja yang tertangkap ngaibon.

MANGGAR – Belum lama Kantor Kesbangpol Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait penanggulangan masalah sosial korban Napza, empat remaja kembali tertangkap ngaibon. Keempat remaja tertangkap anggota Satpol PP Beltim Kamis (27/8) malam, saat sedang asyik mengkomsumsi aibon di kawasan Kota Manggar.

“Setelah kami amankan, baru Jumat (28/8) pagi, mereka dibawa ke Kesbangpol untuk diberikan pembinaan dan pendampingan seperti apa yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” ungkap Kasatpol PP Beltim Sudiono melalui Kasi Ops dan penindakan, Nazirwan, kepada Belitong Ekspres, kemarin

Saat ditemui Belitong Ekspres, di Kantor Satpol PP salah seorang remaja RI (17) mengaku sudah dua kali tertangkap dan menyesali perbuatannya. “Saya, dan teman teman, sebelumnya hanya nongkrong dan habis menonton hiburan malam. Dari situ saya juga sempat memakai dan menghisap aibon, namun setelah itu saya berikan kepada teman lainnya,” ujar remaja putus sekolah sejak bangku SLTP.

RI yang punya tatto di tangan dan teman-temannya hanya pasrah dan siap untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mereka juga siap digelandang dan diberikan pembinaan oleh pihak Kesbangpol Beltim melalui seksi pencegahan dan penanggulangan narkoba.

Dari pengakuan RI, masih banyak rekan lainnya yang mengkosumsi aibon dan komix. Mereka biasa masih sembunyi-sembunyi menggunakan barang-barang yang membuat efek play (mabuk) tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesbangpol Beltim, Yusmawandi, melalui Kasi Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Narkoba Beltim, Syahrizal mengatakan, tetap akan melakukan tindakan pembinaan yang sesuai acuan ke SOP yang telah ditetapkan.

“Dari Satpol PP, kemudian ke Kesbangpol/BNK terus kami akan melakukan rawat jalan ke BKJM selama 8 kali pertemuan. Dengan waktu satu minggu sekali, seperti apa yang sudah kami lakukan sebelumnya. Kami berhak untuk melakukan pembinaan dan pendampingan pengawasan dengan rawat inap (Treatmet) hingga mereka sembuh, dan penanganan tindaklanjut ke Balai rehabilitasi nantinya,” terang Rizal, kepada Belitong Ekspres.

Rizal berharap dengan adanya tindakan seperti ini, semua remaja yang tertangkap dan menjalani terapi akan bisa sembuh dari Napza. Kepada semua lapisan masyarakat dan orangtua ia berharap agar proaktif melaporkan kepada pihak keamanan. “Jika, melihat sekelompok anak muda yang mengkosumsi aibon dan komix, serta apapun yang bisa meresahkan laporkan. Agar generasi muda Beltim terselamatkan dan secara mudah bisa ditanggulangi dan diatasi.(feb)