Lagi, DLH Belitung Beri SP untuk 2 Perusahaan Kaolin

by -
DLH Belitung
Suasana pertemuan dengan dua perusahaan tambang kaolin di Kantor DLH Kabupaten Belitung, Rabu (16/10) kemarin.

Juga Langgar Komitmen Dokumen Lingkungan

belitongekspres.co.id,  TANJUNGPANDAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung kembali melakukan pemanggilan terhadap pihak perusahaan tambang kaolin, Rabu (16/10). Setelah PT Alter Abadi Grup, PT Bintang Puspita Bumi Dwipa, kini giliran PT Stepa Wirausaha Adiguna (SWA) di Badau dan PT Garuda Artha Resourches (GAR) di Desa Aik Seruk, Sijuk.

Pemanggilan tersebut sebagai tindaklanjut aktifitas truk pengangkut kaolin yang melintas di Pusat Kota Tanjungpandan. DLH mendapati aktivitas pengangkutan itu tidak menggunakan terpal dan kaolin berceceran di beberapa titik jalan.

Selain itu, DLH juga mendapati 1 karung kaolin yang jatuh di kawasan Tanjungpandan. Sama seperti dua perusahaan kaolin sebelumnya, PT SWA dan PT GAR juga mendapatkan surat peringatan (SP) 1 dari DLH Kabupaten Belitung.

“Kita sudah tekankan ke mereka adalah komitmen mereka dalam pelaksanaan dokumen lingkungan. Kemudian secara teknisnya SOP, terus mereka ini melakukan pengangkutan itu tidak menggunakan kendaraan perusahaan. Jadi mereka menggunakan kendaraan dari agen travel,” kata kepala DLH Kabupaten Belitung Edi Usdianto saat ditemui Belitong Ekspres usai pemanggilan dua perusahaan tersebut.

Pria yang akrab disapa Edu ini menjelaskan, dua perusahaan tersebut melakukan kegiatan lapangan tidak menutup bak mobilnya dengan terpal dan kaolin berceceran di jalan.

“Tak hanya itu, satu karung kaolin kita temukan di jalan dua malam yang lalu. Kemudian mereka juga tidak memperhatikan kondisi mobil ketika keluar dari Pelabuhan PT Pelindo II Tanjungpandan,” terang Edu.

Oleh karena itu, pihak DLH menyarankan ke perusahaan kaolin ketika melakukan Mou dengan agen pengangkut harus menyampaikan kesepakatan dan memperhatikan beberapa aspek. Yaitu kondisi jalan, jam jalan dan kondisi mobil, terutama terpal dalam hal pengangkutan dan juga kondisi kebersihan dari mobil angkutan tersebut.

“Nah selama ini kan mereka beranggapan bahwa itu bukan kendaraan mereka, itu kendaraan travel mereka dan mereka lepas tangan.
Tadi ita tekankan itu kewajiban mereka tanggungjawab mereka sesuai komitmen yang ada di dokumen lingkungan,” papar Edu.

Kemudian lanjut Edu, setelah pihaknya memberikan SP 1 kepada perusahaan tersebut. Maka DLH mulai memantau aktivitas ketika pihak perusahaan atau travel melaksanakan pengangkutan kaolin tersebut.

“Jadi kita turunkan Satgas Lebah untuk memantau kondisi di jalan ke arah Pelabuhan. Kalau mereka sudah kita kasih SP 1 dan mereka masih juga melakukan itu, maka kita akan stop kegiatan pengangkutan hari itu juga,” tegasnya.

Selanjutnya Edu juga menyebutkan, komitmen perusahaan selama ini mereka beranggapan sudah menjalankan SOP. Lantas, ketika mobil pengangkut kaolin sudah keluar dari pabrik, mereka anggap itu sudah aman. Padahal itu masih tanggung jawab mereka sampai ke pelabuhan dan kembali lagi ke pabrik.

“Hasil dari pemanggilan, mereka (perusahaan) tetap komitmen untuk memperbaiki. Ya mereka juga akan melakukan juga kesepakatan secara tertulis dengan agen travel, biar mereka juga tidak disalahkan dalam hal kegiatan pengangkutan ini,” tandas Edu.

Sementara itu Kepala Produksi PT Garuda Artha Resourches (GAR) Bowo menyatakan, pihak perusahaan akan memperketat SOP yang sudah mereka jalankan selama ini. “Ya samalah, yang penting SOP kita jalankan, dan akan lebih perketat,” ujarnya kepada Belitong Ekspres.

Bowo mengklaim tidak ada kesalahan teknis dalam prosedur pengangkutan kaolin selama ini. Sebab, perusahaan sudah menjalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Tidak ada (ada kesalahan teknis), biasalah sopir nakal. Itu sopir biasa, tidak tahu kami agennya siapa mobil yang mengangkut kaolin, karena bukan perusahaan kami,” tegas Bowo.

Sedangkan perwakilan PT. Stepa Wirausaha Adiguna ( SWA) Tomo, enggan memberikan komentar ketika wartawan Harian Belitong Ekspres ingin mewawancarainya. (dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *