Lagi Lagi, Satpol PP Belitung Amankan 3 Jerigen Arak dan Tuak

by -
Lagi, Satpol PP Belitung Amankan 3 Jerigen Arak dan Tuak
Salah satu pelaku saat diberika pembinaan dan membuat surat pernyataan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung kembali berhasil mengamankan peredaran minuman berakohol (minol) jenis arak dan tuak, Senin (24/2) malam. Kali ini Satpol PP mengamankan sekitar 3 ¼ jerigen dan satu kantong plastik kulit kayu Raru yang digunakan sebagai bahan campuran pembuatan tuak.

Kepala Seksi (Kasi) Penertiban, Operasional, dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Belitung Rully Hidayat mengatakan, peredaran minol juga atas laporan dari masyarakat yang resah akan peredaran tuak tersebut. Selain itu juga, kata Rully anggotanya selalu patroli rutin, sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Laporan dari masyarakat yang memang resah akan adanya peredaran tuak ini,” katanya ketika dikonfirmasi Belitong Ekspres, Selasa (25/2) kemarin.

Setidaknya kata Rully, dari 3 ¼ jerigen arak dan tuak tersebut diamankan di tiga tempat yang berbeda. Warung pertama dengan nama pemilik Sandi Febri Josua Panggabean (22) terletak di Jalan A Yani Desa Air Rayak Kecamatan Tanjungpandan, tepatnya di depan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung.

“Di depan itu kan ada Bengkel, nah belakang bengkel itu ada pondok-pondok. Apalagi menurut laporan dari masyarakat disitu biasanya banyak wanitanya,” tukasnya.

Kemudian, tempat kedua dengan nama pemilik Edis Silaban (39) terletak di Jalan Serma Abdullah Desa Air Ketekok Kecamatan Tanjungpandan. “Ini di sebuah warung makan non muslim,” sebut rully.

Kemudian terakhir ketiga dengan nama pemilik Jannes Pergaulan Sirait (42) terletak di Jalan Kerejan Desa Air Merbau Kecamatan Tanjungpandan. “Kalau ini di toko kelontong la dia jualnya,” sebutnya.

Demi memberantas peredaran minuman berakohol jenis arak dan tuak tanpa izin ini, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pemiliknya untuk dimintai keterangan asal muasal barang haram tersebut.

“Mereka akan kita panggil dan kita beri pembinaan dan kita buatkan surat pernyataan mereka bahwa mereka tidak akan mengulangi lagi. Ini kan mereka bertiga baru pertama kali kedapatan menjual arak dan tuak ini,” tandasnya. (fg6)

EditorA: Yudiansyah