Lagi, Manggar Membara

Lagi, Manggar Membara

Api mengamuk membakar areal padang rumput Kolong Kero, Kecamatan Manggar, Selasa (13/8) petang.

Kapolsek, Danramil, Camat Manggar, Turun Tangan

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Peristiwa Kebakaran kembali terjadi di areal padang rumput Kolong Kero, Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Selasa (13/8) petang. Kemarau yang cukup panjang ditambah lagi dengan sapuan angin kencang membuat api mudah berkobar.

RajaBackLink.com

Berbagai upaya menjinakkan amukan api, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Beltim bekerja keras agar api segera reda. Beberapa aparat dari TNI juga tampak meyinsingkan lengan, membantu masyarakat memulihkan keadaan.

Danramil 414-02/Manggar Mayor Inf Joko Lelono menyebutkan, dugaan awal terjadinya kebakaran adalah akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Tadi, pukul 16.30 WIB sore, masyarakat melapor ke Babinsa Desa Padang, Sertu Suhendro. Mendapat laporan tersebut pihakna mencari titik api, melihat kepulan asap selanjutnya mencari sumber asap tersebut. Ternyata terjadi kebakaran lahan masyarakat, bahkan hampir mendekat perumahan,” terang Joko Lelono kepada Belitong Ekspres, Selasa (13/8) petang.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Belitong Ekspres, Anggota Koramil Manggar menghubungi Damkar, dan unsur Muspika lainnya. Beberapa menit kemudian datanglah dua unit armada Damkar, lalu Kapolsek Manggar AKP Suseno Joko Waluyo dan Camat Manggar Amirudin, S.Ag pun ikut turun memadamkan api.

Baca Juga:  Status Siaga 1 Karhutla Belitung Hingga November

Api dapat dipadamkan sekitar 17.30 WIB. Hingga menjelang malam, beberapa anggota TNI dan Polisi dan masyarakat masih berjaga mengawasi titik api yang kemungkinan akan kembali menyala jika tertiup angin.

Sementara itu, mengenai tingginya kecepatan angin belakangan ini, Ketua Pelaksana Harian BPBD Beltim Andryanto Putra Markam menghimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap kebakaran. Tingginya kecepatan angin saat ini diterangkan Andrey di atas 10 Knot.

Yang mana kecepatan angin 10 Knot ini dapat memicu api kecil menjadi api besar. Bahkan ketika terjadi kebakaran pada lahan dalam hitungan detik api akan merambat cepat dengan luasan beberapa hektar.

“Kecepatan angin sekarang itu sudah melebihi 10 knot, artinya kalau untuk merobohkan pohon itu sudah bisa. Dan waspada terhadap api. Angin 10 knot itu dapat menyebarkan api dalam hitungan detik bisa membakar satu hektar lahan. Karena salah satu penyulut api terbakar itu adalah udara/oksigen. Kecepatan 10 knot sangat kencang, api akan cepat membakar apapun yang ada di situ,” terang Andryanto kepada Belitong Ekspres.

Baca Juga:  Sisa Pembakaran Sampah, Hanguskan Rumah Kosong?

Yang terpenting, lanjut Andreiyanto, adalah mencegah jangan sampai adanya api, jadi bukan hanya bagaimana memadamkan api. “Pertama untuk hal-hal yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, kami menghimbau pada saat merambah hutan untuk kepentingan berkebun dan lain sebagainya, hindari kegiatan membakar,” paparnya.

“Karena pada suhu tinggi saat ini akan mudah sekali merambatnya api. Material kayu yang kering akan menyebabkan api yang besar, harus dipadamkan dulu baru ditinggalkan,” pungkasnya, seraya berpesan agar jangan membiarkan atau meninggalkan sisa rampungan api begitu saja.

Andrey mengungkapkan trik singkat seputar kebakaran dan antisipasinya. Pertama, memadamkan api itu gampang saja, ujarnya, cara paling sederhana memadamkan api dimulai dari yang paling kecil dengan karung goni yang dibasahi. Kedua memadamkan api dengan menyiram. Selanjutnya trik ketiga, kata Andri buatlah stok air di rumah, sehingga jika terjadi sesuatu dapat digunakan untuk menyiram.

Beberapa hal yang diungkapkan Andrey adalah langkah-langkah awal jika terjadi kebakaran. Selanjutnya ia menghimbau agar segera menghubungi pihaknya jika diketahui terjadi kebakaran. Saatt ini BPBD sudah menyiapkan empat armada kebakaran dengan kapasitas 16 ton. (dny)

Rate this article!
Lagi, Manggar Membara,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply