Lagi, Warga Tanjungpandan Tewas Gantung Diri 

by -
Lagi, Warga Tanjungpandan Tewas Gantung Diri 
Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban, Minggu (24/1) sore.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Seorang pria berinisial SP (50), ditemukan tewas gantung diri dalam ruko di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan Dalam RT 24 RW 29, Desa Air Raya, Tanjungpandan, Minggu (24/1) sore kemarin.

Tukang servis alat elektronik itu terjerat seutas tali berwarna merah di tiang atap ruko tempat dia bekerja. Belum diketahui pasti penyebab korban nekat bunuh diri. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani aparat kepolisian.

Berdasarkan keterangan dari salah satu keluarga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat itu jasad korban pertama kali ditemukan oleh adiknya berinisial A, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, dia melihat korban tewas gantung diri di dalam ruko.

Kaget melihat hal itu, dia langsung melaporkan ke saudaranya. Hingga akhirnya warga berdatangan ke lokasi. Setelah itu, masyarakat melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Belitung.

Mendapat informasi tersebut, jajaran Polres Belitung menuju ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian, jenazah korban dibawa ke RSUD dr H Marsidi Judono untuk dilakukan visum luar.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, mereka tidak mengetahui pasti apa penyebab utama korban mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Sebab, sepengetahuan mereka korban tidak memiliki masalah.

Hanya saja, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis alat elektronik ini memiliki penyakit gula. “Setahu saya dia memiliki penyakit,” kata pria bertubuh subur ini kepada sejumlah wartawan di TKP.

Kepala Pemulasaraan Jenazah RSUD Marsidi Judono, dr Gunawan Natta mengatakan, juga belum diketahui secara pasti penyebab utama meninggalnya korban. Pasalnya, pihak RSUD hanya melakukan pemeriksaan secara luar.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka bekas tali di bagian leher. Serta ada luka lebam di bagian tangan dan kaki. “Di bagian tubuh tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan. Diperkirakan korban meninggal delapan jam sebelum ditemukan,” terang dr. Gunawan.

Sementara itu, sebelumnya sebulan yang lalu peristiwa bunuh diri juga terjadi di Dusun Air Serkuk, Desa Air Saga, Selasa (22/12). Seorang nenek berinisial SN (60) ditemukan tewas gantung diri di tiang peyangga belakang rumahnya.

Diduga dia mengakhiri hidup lantaran penyakit yang dideritanya. Peristiwa pertama kali diketahui salah satu cucu korban. Saat itu, cucunya mencari keberadaan korban, namun tidak ada di kamar.

Lalu dia mencari ke belakang rumah. Saat melihat ke atas seng belakang rumah, saksi melihat sang nenek sudah tewas gantung diri di lokasi. Melihat kejadian itu, cucu korban langsung menghubungi pihak keluarganya. (kin)