LAKI Pejuang 45 Geruduk DPRD Bateng

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Sampaikan Aspirasi Terkait Program Penataan RLH

KOBA – Ratusan massa Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 (LAKI) menggeruduk kantor DPRD kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Senin kemarin (23/2). Maksud bertemu dengan anggota dewan, LAKI Pejuang 45 ingin menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Kurau terkait program penataan rumah layak huni (RLH) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), agar tidak memberatkan masyarakat.
Didampingi Ketua DPC LAKI Pejuang 45 Bateng, Sekretaris DPD Hasbi meminta DPRD Bateng dapat memfasilitasi aspirasi masyarakat ini. Akhirnya pertemuan untuk penyampaian. “RLH diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah hunian yang layak, tentunya tidak membebani dan memberatkan masyarakat dengan hutang atau cicilan di bank, akibatnya sertifikat rumah diagunkan,” katanya dalam pertemuan di rumah rakyat yang dihadiri Ketua DPRD Algafry Rachman, Sekda Ibnu Saleh, Wakapolres, Kepala PU Bateng, Camat Koba dan pihak terkait lainnya.
Ia menambahkan, agunan sertifikat ini merupakan bentuk “penyanderaan” pihak bank sehingga masyarakat terbebani dengan hutang yang setiap bulan harus dibayar selama kurun waktu yang ditentukan. “Seharusnya sertifikat RLH itu tidak membebankan masyarakat, terserah bagaimanakah caranya, apakah ditanggung oleh pemerintah yang dialokasi ke APBD, dana CSR atau dana hibah, asalkan tak memberatkan masyarakat. Untuk itu kita sangat berharap agar Pemkab pro rakyat dan tidak memberatkan masyarakat,” pinta Hasbi.
Ketua DPRD Bateng, Algafry Rachman mengatakan, jika program RLH ini merupakan program pemerintah dan masyarakat yang patut didukung penuh untuk kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah punya niat baik untuk melakukan pemberdayaan seperti RLH, bagaimana kita menata pemukiman warga pesisir pantai dan untuk mengembangkan sektor pariwisata di tempat tersebut sehingga dapat memberikan penghasilan dan devisa. Sementara Kurau adalah pintu masuk menuju objek wisata Pulau Ketawai, dengan penataan RLH disana diharapkan dapat lebih menarik minat pengunjung untuk berdatangan,” ujar Algafry.
Menanggapi aspirasi LAKI Pejuang 45 terkait rumah warga program RLH terancam akan disita bank karena terbentur pembayaran per bulannya, Algafry berjanji akan pasang badan. “Lembaga ini tidak akan tinggal diam, khususnya saya jika sampai masyarakat berbenturan dengan pihak Bank nantinya. Tapi kejujuran dari masyarakat pun saya pegang. Misalnya, warga yang tidak bisa bayar karena tak melaut, maka saya siap merekomendasi dan jangan takut akan hal itu, mari dibicarakan,” tukasnya.
Senada disampaikan Sekda Bateng Ibnu Saleh, banyak upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memberdayakan masyarakat. Salah satunya program RLH, sudah disosialisasikan mulai kepada masyarakat Desa Kurau, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Pusat. “Bagaimana mereka tetap bisa membangun rumah mereka dengan swadaya mereka sendiri. Menurut saya, ini juga menjadi pilot projek nasional. Dana yang ada itu dijadikan sebagai upah untuk membuat rumah mereka,” tambahnya.
Sedangkan Bupati Bateng, Erzaldi Rosman saat dikonfirmasi mengatakan, jika dirinya sangat menyambut baik atas kedatangan LAKI Pejuang 45 guna memperjuangkan aspirasi masyarakat.(and)

Baca Juga:  Danrem 045/Garuda Jaya, Kolonel Inf Dadang Arif Abdurrahman Imbau Bijak Gunakan Sosial Media

Rate this article!
Tags:
author

Author: