Lamban, Anggaran Penanggulangan Covid-19 di Babel Belum Disepakati

by -
WHO Serukan Pencegahan, Covid-19 Varian Baru Mulai Menyebar
Foto ilustrasi

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Anggaran penanggulangan pandemi Covid-19 yang diharap cepat, hingga saat ini belum juga disepakati di jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel).

Padahal situasi pandemi saat ini mengharuskan Pemprov bergerak cepat mengingat segala kebutuhan petugas di lapangan harus terpenuhi.

Di samping penyediaan tempat karantina yang baru sebagai pengganti Asrama Haji milik Kanwil Kementerian Agama yang harus dikosongkan Februari mendatang. Belum lagi kebutuhan pasien yang menjalani isolasi mandiri.

Hal itu pun diamini oleh Plt Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi kepada Babel Pos, Selasa (12/1) kemarin. Diakui Amri, pihaknya secara lisan sudah menyampaikan perihal ini kepada Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.

“Sudah kita minta secara lisan pada saat diskusi dengan pak Gubernur. Mereka minta waktu untuk bahas terlebih dahulu di tim anggaran eksekutif,” kata Amri.

Amri mengharapkan, Pemprov Babel bergerak cepat membawa usulan anggaran penanggulangan Covid-19 melalui recofousing yang dilakukan untuk dibahas bersama di Badan Anggaran (DPRD) Babel.

“Setelah final di internal mereka, baru ini diusulkan ke DPRD. Mudah-mudahan akhir bulan ini ada kejelasan,” pintanya.

Pihaknya sendiri menyatakan, siap mendukung setiap usulan yang berkaitan dengan penanggulangan dampak pandemi Covid-19 di Babel.

“Yang pasti kami akan dukung, tidak hanya dalam bidang kesehatan. Namun semua bidang, mulai dari sosial, ekonomi pendidikan, keagamaan dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, jika untuk keperluan mendesak Pemprov Babel dapat menggunakan anggaran tidak terduga yang terdapat di APBD 2021 tanpa persetujuan DPRD untuk membantu biaya pasien yang menjalani isolasi mandiri saat ini.

“Bisa digunakan sepanjang penggunaannya jelas. Kalau kemarin ada di awal 2020 ada memang untuk bantuan sosial untuk warga terdampak, warga positif, baik ia miskin dan kaya. Untuk 2021 nanti saya cek lagi kondisi itu,” kata Amri.

Amri juga turut prihatin dengan kesudaha. pasien yang menjalani isolasi mandiri baik dari segi Kesehatan, sanksi sosial hingga ekonomi.

“Untuk itu, sangat diperlukan upaya timbal balik dari pemerintah untuk membantu biaya hidup warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri saat ini. Jangan sampai orang ini frustasi akhirnya mengambil tindakan tindakan buruk,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Babel Akhiriyadi DB Susilo mengaku belum ada petunjuk untuk maksanakan program bantuan sosial (bansos) terhadap orang yang terdampak Covid-19 khususnya yang menjalani isolasi mandiri seperti tahun sebelumnya.

“Kalau dulu diberikan kepada warga kurang mampu sebesar Rp600 Ribu, cuma untuk tahun ini belum ada arahan apapun,” ujar Akhiriyadi, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan siap membantu apabila sudah ada arahan.

Apabila terlaksana, ia mengatakan, Dinsos Babel akan memperketat penerima bantuan agar tetap dengan sasaran.

“Tapi untuk benar yang tidak mampu. Tinggal nanti minta kroscek lagi, pendataan lebih dengan selektif, kita tanya ke kabupaten/kota hingga RT/RW kira-kira wajar untuk dibantu tidak,” ulasnya.(jua)