Lanjutkan Pendidikan Keluar Daerah, Lulusan SMA/SMK Prioritas Vaksinasi

by -
Lanjutkan Pendidikan Keluar Daerah, Lulusan SMA/SMK Prioritas Vaksinasi
Ketua Komisi III DPRD Beltim, Jafri.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – DPRD Beltim bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan sepakat mengalihkan vaksin masyarakat umum kepada lulusan SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan keluar daerah. Kesepakatan didapat setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (14/).

“Kita pada hari ini RDP dengan Dindik, Dinkes dan semua Camat di wilayah Beltim dalam rangka mengatasi siswa SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan keluar daerah,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Beltim, Jafri.

Menurut Jafri, DPRD ingin memastikan sekaligus memfasilitasi permintaan para orang tua yang berharap anak-anak mereka telah divaksin sebelum berangkat keluar daerah. “Nah ini ada kebijakan bagi siswa yang akan berangkat satu mahasiswa harus membawa 2 lansia,” ujar Jafri.

Guna memastikan kebijakan dapat diterima dengan baik, DPRD Beltim meminta Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Camat mengundang Kepala Sekolah dan Kepala Desa untuk bersosialisasi.

“Silahkan ada kebijakan satu mahasiswa membawa 2 lansia. Kita akan dapat 1000 vaksin dalam arti 100 bagi disabilitas, 900 untuk mahasiswa dan lansia dengan perbandingan 300 mahasiswa dan 600 lansia,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid P2P Dinas Kesehatan Supeni mengatakan ketersediaan 1000 vaksin memang disiapkan untuk percepatan vaksinasi lansia dan masyarakat rentan. Namun, mengingat saat ini banyak lulusan SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan maka dibuat kebijakan.

“Ini salah satu langkah percepatan untuk mencapai cakupan lansia atau masyarakat rentan. Jadi ada kebijakan bahwa masyarakat umum bisa divaksin dengan membawa dua lansia tapi karena hadil masukan dari RDP bersama DPRD, dialihkan ke mahasiswa saja. Kan sama juga asal dengan syarat membawa dua lansia dan memang segera akan berangkat,” ungkap Supeni.

Meski demikian, Supeni menyatakan vaksin bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan tidak sekaligus dilakukan. “Jadi nanti akan kita akan bikin ketentuan, siapa saja yang akan dapat prioritas. Kita memang ada stok 1000 dosis dengan alokasi 100 untuk disabilitas dan sisanya untuk mahasiswa dan lansia. Ini juga untuk mengejar cakupan lansia karena ada beberapa kecamatan yang lansia kurang antusias untuk divaksin,” pungkasnya. (msi)