Laporkan PNS Bolos ke Walikota

by -

PANGKALPINANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pangkalpinang, Kamis (12/3) melaporkan Al, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terjaring razia disiplin oleh Satpol PP saat sedang asyik menikmati makan bakso, Selasa (10/3) lalu.
“Hari itu juga (Selasa, red) laporan langsung kita sampaikan laporan secara resmi ke walikota melalui dinas terkait yang berwenang mengatasinya,” kata, Kasi penyidikan Satpol PP Pangkalpinang, Harminza.
Al, yang diketahui sebagai guru di SMAN 1 Pangkalpinang dilaporkan ke walikota lantaran dianggap tidak mematuhi aturan dinas dengan membolos pada saat jam kerja. Ia sendiri terjaring razia sekitar pukul 10.30 WIB oleh Satpol PP Pangkalpinang yang bekerjasama dengan Satpol PP Babel karena tidak bisa menunjukan bukti izin. Ia pun langsung didata ditempat, meskipun kemudian ia dipersilahkan kembali ke sekolah.
“Pas kita tangkap dia (Alfiah,–red) mengaku guru SMAN 1 Pangkalpinang, dia kita tangkap di warung Bakso Mas Tohir. Pada saat ditagkap guru ini beralasan dari kantor Imigrasi. Karena tidak memiliki izin keluar kami pun mendatanya yang kemudian kita laporkan ke pimpinan,” jelasnya.
Sementara satu oknum PNS lainnya yang terjaring razia gabungan yang tercatat sebagai PNS Disperindag Babel ditegaskan Harminza dalam penindakannya diserahkan langsung ke pihak Provinsi. “Yang PNS Disperindag provinsi itu kita serahkan sama Satpol PP provinsi,” terangnya.
Menurut Harminza, tindakan apa yang akan diambil atasan, dalam hal ini walikota dan dinas-dinas terkait yang berwenang, dia tidak bisa memastikan, sebab pihaknya hanya melakukan razia sesuai aturan yang berlaku.
“Kita melaksanakan razia, hasilnya kita sampaikan ke atasan dan masalah penindakan selanjutnya kita serahkan ke walikota. Razia itu kan kita lakukan secara mendadak, bila perlu nantinya, razia yang kita adakan ini bukan hanya Satpol PP saja, tapi kita libatkan dinas-dinas terkiat lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Pangkalpinang, Edison Taher, menyayangkan kelakuan oknum PNS ini. Namun demikian dia memaklumi dan menganggap hal tersebut wajar terjadi, lantaran jam kerja PNS diperkantoran tidak sama dengan jam mengajar guru di sekolah.
“Kondisi jam bekerja di sekolah kan berbeda dengan kondisi jam kerja di stuktural lainnya. Di sekolah jam istirahatnya tidak sama dengan PNS lain. Bisa jadi pas dia makan itu lagi jam istirahat di sekolah,” imbuh Edison.
Dia pun tidak menampik, kalau di sekolah, rata-rata guru punya tanggung jawab terhadap siswanya, jika guru meninggalkan sekolah, kata dia, berarti guru tersebut menelantarkan siswanya, apalagi keluarnya tanpa izin lebih dulu dengan kepala sekolah.
“Kalau kasus yang seperti ini, kami menganggap pelanggaran ringan, dan cukup kami sampaikan ke kepala sekolahnya saja. Biar bagimana pun mereka harus mengikuti prosedur, walaupun jam kerja struktural mereka tidak sama dengan PNS lain,” katanya.
“Saya yakin itu karena tidak ketahuan mereka, karena jam kosong mungkin saja waktu istirahat lalu dia keluar sekolah, tanpa membawa surat izin keluar. Ini secara prosedur itu memang salah. Kalau mau keluar izin dulu dan bawa surat izin, supaya pada saat di razia bisa menunjukan surat izin keluar,” tutupnya. (cr61)