Larangan Miras, Harus Dibarengi Sanksi Tegas

by -

*DPD KNPI Beltim, Apresiasi Langkah Disperidagkop

MANGGAR – Langkah Disperindagkop Belitung Timur (Beltim) yang akan segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Beltim, untuk menanggapi Peraturan Menteri (Permen) nomor 20 tahun 2014 terkait tentang peredaran minuman keras (Miras), diapresiasi DPD KNPI Beltim.
Ketua DPD KNPI Beltim Wahyu Epan Yudhistira, menyatakan mendukung penuh upaya pengendalian dan pengawasan penyalahgunaan minuman beralkohol di tataran tata niaga dan tata konsumsi sebagaimana yang diamanatkan di Permendag tersebut.

Ia mengatakan, pertengahan Januari lalu, Kementerian Perdagangan melarang aktivitas jual-beli minuman beralkohol tipe A di minimarket dan pengecer. Minuman beralkohol tipe A adalah minuman dengan kadar alkohol di bawah lima persen, termasuk di dalamnya bir.

Permendag nomor 6 Tahun 2015 tersebut adalah perubahan kedua atas Permendag Nomor 20 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Meski sudah diumumkan sejak awal tahun, aturan ini baru akan efektif dilaksanakan tiga bulan setelahnya dan diberikan batas waktu hingga tanggal 16 April mendatang.

“Aturan tersebut sebaiknya juga diiringi dengan edukasi terhadap masyarakat. Edukasi kepada masyarakat harus ditingkatkan, minimal dengan penjelasan secara terus-menerus. Termasuk di dalamnya pendidikan iman dengan mengajak dan melibatkan bantuan para ulama,” ujar Epan.

Karena itu, Epan mengingatkan, jika memang benar-benar peredaraan minuman beralkohol dilarang, maka sebaiknya dibarengi dengan ancaman sanksi yang tegas.
“Yang paling penting adalah sanksi yang tegas dan keras juga harus dibuat agar tidak terjadi pelanggaran. Buat apa ada aturan jika sanksi tidak ada, Itu lawakan saja. Jangan jadikan sebagai Sandiwara saja, dan ini juga merupakan momentum berlakunya Perda Tibum yang sudah dimiliki Kabupaten Beltim pada khususnya,”kata Epan menegaskan.

Sebagai pemuda, Epan menanggapi, sudah terlalu banyak korban yang jatuh akibat minuman keras, termasuk berbagai perusakan atas generasi muda dan juga banyaknya kejahatan. “Misalnya, seperti pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, penganiayaan, bahkan hancurnya rumah tangga akibat minuman keras,” tandas Epan. (feb)